Dua Podium di Silverstone Jadi Modal Ducati Tatap San Marino

Dua Podium di Silverstone Jadi Modal Ducati Tatap San Marino

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 31 Agu 2015 18:50 WIB
Dua Podium di Silverstone Jadi Modal Ducati Tatap San Marino
Getty Images/Mirco Lazzari gp
Silverstone -

Belakangan tidak ada lagi nama Ducati di podium saat sebuah seri balapan MotoGP berakhir. Setelah enam seri berlalu, Ducati "buka puasa" akhir pekan kemarin. Tak tanggung-tanggung, dua pebalap langsung ada di podium.

Padahal kalau boleh dibilang, Ducati adalah salah satu kandidat juara musim ini di samping Honda dan Yamaha. Hasil sesi pramusim dilanjutkan performa oke para pebalapnya di seri-seri awal.

Contoh saja Andrea Dovizioso yang finis podium kedua di tiga seri awal, Qatar, Amerika Serikat, dan Argentina. Sementara itu rekan setimnya, Andrea Iannone, stabil di posisi lima besar yakni Qatar (3), Argentina (5), dan Argentina (4). Lalu pole pertama musim ini pun jadi milik Dovizioso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, selepas itu performa Ducati melorot yang dibarengi dengan kian perkasanya Yamaha bersama duo rider-nya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, di atas lintasan.

Praktis di sisa delapan seri berikutnya sebelum balapan di Inggris, Ducati paling bagus cuma menempatkan Iannone di posisi kedua pada balapan di Mugello, serta Dovizioso di posisi ketiga pada balapan di Prancis.

Lama tak ada di podium, Ducati akhirnya memutus catatan buruk itu di sirkuit Silverstone, Minggu (30/8) malam WIB kemarin. Dibantun terjatuhnya Marc Marquez dan performa buruk Lorenzo, ada dua pebalap Ducati nongol di podium pada akhir balapan.

Di belakang Rossi langsung bahkan ada pebalap tim satelit Ducati, Pramac, Danilo Petrucci, yang finis posisi runner-up disusul Dovizioso di posisi ketiga. Khusus untuk Petrucci, ini adalah pertama kalinya dia naik podium dalam kariernya di MotoGP setelah start dari posisi ke-18.

Hasil bagus itu membuat pabrikan Ducati menempel Honda di klasemen konstruktor dengan nilai 187. Selisih 24 angka dengan Honda di posisi kedua.

"Ini luar biasa. Saya sejak awal berharap hujan turun karena kemarin segalanya berjalan buruk dan sulit setelah hanya start dari posisi ke-18," ujar Petrucci seperti dikutip Crash.

"Saya sempat berada di belakang Pedrosa dan Lorenzo. Saya tidak pernah ada dalam situasi ini. Hanya di Playstation! Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang? Sulit untuk melewati mereka - terlebih karena lawannya Lorenzo dan Pedrosa," sambungnya.

"Saya sangat takut ketemu Jorge jika saya sampai terlibat insiden dengannya! Saya hanya takut dengan reaksi Jorge, bukan kecelakaannya. Jadi saya coba mencoba menjaga jarak dengannya. Tapi pada akhirnya berjalan baik-baik saja."

Dua podium itu pun jadi modal bagus Ducati menatap seri berikutnya di San Marino. Bisakah pabrikan asal Italia itu merusak lagi dominasi duo Jepang, Yamaha dan Honda?

(mrp/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads