MotoGP San Marino dimulai dengan status balapan kering, namun kondisinya berubah menjadi balapan basah di lap-lap awal. Hujan yang turun membasahi lintasan membuat mayorita pebalap mengganti motor dengan menggunakan ban basah.
Tapi hujan ternyata selesai sebelum garis finis dilewati. Karena lintasan sudah kembali kering, pebalap-pebalap yang tadinya memakai ban basah harus kembali masuk pit dan mengganti tunggangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bertahan di sepanjang balapan dan tidak masuk pit sekalipun, itu jelas keputusan yang gila. Saya akui itu gila," seru Smith.
"Saya melewatkan pit pertama saat Marc (Marquez), Vale (Valentino Rossi) dan Jorge (Lorenzo) masuk. Di lap berikutnya kelihatannya hujan mulai sedikit, jadi saya sudah ketingalan dua lap (untuk masuk pit) dan saya berpikir 'saya sudah memakainya (ban kering) dengan lama' dan kemudian memutuskan bertahan dengan ban slick," kisah pebalap asal Inggris itu di Crash.
Akibat bertahan dengan ban slick, Smith sempat terlempar ke posisi 21. Namun karena lintasan kemudian kembali kering, dia jadi rider yang paling diuntungkan karena tidak harus masuk pit lagi untuk mengganti ban.
"Pada akhirnya, sempat berada di posisi 21 dan kemudian finis kedua adalah sesuatu yang spesial. Saat saya membuat perjudian, saya tidak berharap bisa naik podium, tapi kesempatan seperti ini datang sangat jarang."
"Para pebalap tim satelit telah bekerja sangat keras sepanjang waktu sebagaimana rider lain, tapi kami tidak pernah punya kesempatan untuk naik ke podium. Anda harus mengambil kesempatan tersebut saat datang dan saya melakukannya hari ini," lanjut dia.
(din/fem)











































