Kali terakhir datang ke Valencia dengan titel juara dunia masih dikejar, Jorge Lorenzo akhirnya harus gigit jari. Lorenzo tentu berharap beda akhir pekan ini.
MotoGP Valencia akhir pekan ini akan menentukan siapa yang bakal jadi kampiun MotoGP 2015; Lorenzo atau rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Kedua rider saat ini cuma terpaut tujuh poin, dengan Lorenzo punya 305 poin sedangkan Rossi 312 poin.
Untuk Lorenzo, balapan di sirkuit Ricardo Tormo sudah menghadirkan hasil variatif. Di awal karier kejuaraan balap motor grand prix, rider 28 tahun itu pernah tercecer di belakang, lalu akhirnya menang saat beraksi di kelas primer, juga mengalami crash, dan bahkan gagal juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan Lorenzo pada MotoGP Valencia 2010 merupakan kemenangan pertama untuknya di Ricardo Tormo. Hasil saat itu sekaligus menutup musimnya dengan indah, setelah memastikan diri jadi kampiun MotoGP--saat itu juga titel pertamanya di kelas primer--di Sepang.
Kemenangan Lorenzo pada MotoGP Valencia tiga tahun setelah itu menghadirkan situasi lain. Pada tahun 2013, semusim usai meraih titel kedua, Lorenzo menyongsong balapan di Ricardo Tormo dalam persaingan ketat dengan Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia.
Dalam balapan ketika itu, Lorenzo menghadapi balapan pamungkas di Valencia dengan kondisi tertinggal 13 poin dari Marquez. Ia pun bukan cuma membutuhkan kemenangan melainkan juga agar Marquez finis jauh di belakang.
Maka dalam balapan tersebut Lorenzo menampilkan gaya berbeda dari biasanya; alih-alih langsung melesat, ia memamerkan gaya berkendara defensif untuk menumpuk rider lain di belakangnya dengan harapan akan banyak yang bisa berada di depan Marquez.
Strategi itu sendiri terdengar lebih mudah dari kenyataan. Apalagi Dani Pedrosa, rekan setim Marquez di Repsol Honda, kemudian mengacaukan strategi Lorenzo dengan menekan ke depan. Keduanya pun terlibat persaingan amat sengit di lintasan.
Pada akhirnya, merasa tak mendapatkan sokongan dan bantuan yang ia perlukan, Lorenzo pun meningkatkan kecepatan untuk meraih kemenangan atas Pedrosa. Lorenzo menang di Valencia 2013, tapi Marquez finis ketiga dan jadi juara musim itu.
Kisah tidak menyenangkan lainnya untuk Lorenzo di Valencia terjadi pada tahun 2012--saat ia sudah mengunci gelar pada seri sebelumnya di Phillip Island. Dalam balapan ketika itu Lorenzo mengalami crash sampai tubuhnya terlontar dari motor lalu meluncur ke gravel. Untungnya Lorenzo tak apa-apa, terkecuali kelihatan amat kesal dengan kejadian tersebut.
[Baca juga: Lorenzo Salahkan Ellison]
Akhir pekan ini Lorenzo tentu akan berharap, sekaligus berupaya, menggapai hasil semaksimal mungkin demi menorehkan memori lebih manis di Valencia, menggantikan kenangan pahit 2013 lalu. Apalagi ini merupakan salah satu balapan yang dilangsungkan di negaranya sendiri--Spanyol.
Pencapaian Lorenzo di Valencia:
| Musim | Motor | Posisi | Peringkat di akhir musim |
| Β 2002 | Β Derbi | Β 22 | Β 21 (125cc) |
| Β 2003 | Β Derbi | Β 11 | Β 12 (125cc) |
| Β 2004 | Β Derbi | Β Ret | Β 4 (125cc) |
| Β 2005 | Β Honda | Β 2 | Β 5 (250cc) |
| Β 2006 | Β Aprilia | Β 4 | Β 1 (250cc) |
| Β 2007 | Β Aprilia | Β 7 | Β 1Β (250cc) |
| Β 2008 | Β Yamaha | Β 8 | Β 4 (MotoGP) |
| 2009 | Β Yamaha | 3 | Β 2 (MotoGP) |
| Β 2010 | Β Yamaha | Β 1 | Β 1 (MotoGP) |
| Β 2011 | Β Yamaha | Β - | Β 2 (MotoGP) |
| Β 2012 | Β Yamaha | Β Ret | Β 1 (MotoGP) |
| Β 2013 | Β Yamaha | Β 1 | Β 2 (MotoGP) |
| Β 2014 | Β Yamaha | Β Ret | Β 3 (MotoGP) |











































