Upaya Valentino Rossi untuk memulai balapan dengan jarak yang tak berjauhan dengan Jorge Lorenzo di Valencia tak membuahkan hasil. Kans juara untuk The Doctor seketika sirna?
Setelah dijatuhi hukuman terkait insiden dengan Marc Marquez di Sepang dua minggu lalu, di mana Rossi harus start dari posisi buncit di seri berikutnya (Valencia), pebalap Italia itu langsung mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga internasional (CAS).
Hasilnya baru saja diumumkan CAS di markasnya di Lausanne, Swiss, Kamis (6/11/2015). Diputuskan bahwa CAS tidak mengabulkan permohonan banding Rossi tersebut, alias mendukung sanksi yang telah dikeluarkan otoritas MotoGP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaannya: bagaimanakah cara dia supaya perolehan angkanya tidak dilampaui oleh Jorge Lorenzo seusai balapan nanti? Sebab, jika demikian, maka gelar juara dunia dipastikan jatuh ke tangan Lorenzo.
Berharap Lorenzo tidak punya posisi start yang bagus pun, sangat sulit. Faktanya, dari 17 balapan sebelumnya, start terburuk Lorenzo adalah nomor 8 (di Belanda). Bahkan, 13 di antaranya rider Spanyol itu memulai lomba dari posisi tiga besar, termasuk 4 kali pole position.
Rossi berharap Lorenzo terjatuh lalu gagal finis? Ia memang satu kali crash, yaitu di San Marino, dalam balapan yang diwarnai hujan di sampai 2/3 lomba. Tapi, kenapa Lorenzo harus mengambil risiko jika bermain aman pun dia akan selamat?
Rossi sendiri terdengar pasrah ketika dia dijatuhi hukuman tersebut, gara-gara insidennya dengan Marquez. Kala itu dia bilang, "Marquez sudah membuatku kehilangan gelar juara."
Sementara itu, sebelum mendekati Lorenzo pada balapan nanti, Rossi terlebih dahulu harus melewati sekitar 20 pebalap lain yang start di depan dia.
[Baca juga: Tetap Ada, Ini Skenario Rossi Jadi Juara Dunia di Valencia]
(a2s/nds)











































