Mengusung Desmosedici GP15, Ducati mengoleksi 256 poin dari 18 seri balapan musim 2015. Selepas era Casey Stoner dan Nicky Hayden yang meraup 286 poin pada 2010, jumlah kali ini adalah yang paling oke untuk Ducati.
Dalam perjalanan musim ini Dovizioso juga mencatat podium terbanyaknya sejak bergabung dengan Ducati pada 2013 lalu. Ia lima kali naik podium, termasuk tiga finis kedua berturut-turut di awal musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami butuh motor baru karena level di motop semakin ketat dan ini sangat penting buat kami. Sekarang kami sudah mulai persiapan untuk musim depan," lanjutnya.
Sementara itu Iannone, yang baru musim 2015 bergabung dengan tim pabrikan Ducati setelah sebelumnya membela panji Pramac Racing, mencatat hasil tak kalah oke. Musim ini menandai momen pertamanya naik podium kelas primer, sejak berkecimpung dari 2013, berkat sekali jadi runner-up di Mugello dan dua kali finis ketiga (di Losail dan Phillip Island).
"Musim yang baik buat kami. Aku berhasil mendapatkan podium-podium tahun ini, pertama di Qatar. Kejutan buatku sebagai pebalap baru di factory team ini," ucap Iannone.
"Podium kedua di Mugello sangat penting, karena ada orang italia dan motor italia. Sangat luar biasa. Motor sangat fantastis, motor sangat cepat tahun ini dan fantastis. Untuk 2016 Ducati Corse sudah mulai memperbaiki kinerja motor," tuturnya.
(ddn/krs)











































