Musim 2015 menjadi debut Vinales di kelas primer balap motor grand prix. Dari total 18 seri balapan, rider Suzuki itu finis 16 kali di zona poin. Capaian terbaiknya adalah finis keenam di MotoGP Catalunya dan Australia.
Vinales pada akhirnya mengakhiri musim dengan menempati posisi ke-12 klasemen pebalap dengan mengumpulkan 97 poin. Predikat Rookie of The Year MotoGP 2015 pun menjadi milik juara dunia Moto3 2013 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya, pebalap terbaik untuk dicontoh adalah Marc. Kami punya gaya membalap yang mirip dan kapanpun dia ada di depan saya, hal-hal berjalan baik," ujar Vinales seperti dikutip Crash.
"Dalam sejarah kejuaraan dunia, saya ingin mencontoh nomor 34, sang legenda Kevin Schwantz," lanjut pebalap asal Spanyol itu.
"Juga rekan setim saya, Aleix (Espargaro). Dia punya tunggangan yang sama dengan saya, jadi punya kekuatan yang sama. Sebagai tambahan, kami mengambil jalur yang mirip."
Vinales mengaku dirinya masih butuh perbaikan dalam beberapa aspek. Start dan kecepatan di lap pembuka menjadi hal yang paling diperhatikannya.
"Di atas segalanya, start dan lap pembuka saya. Saya pikir di situlah saya punya ruang paling banyak untuk perbaikan," katanya menambahkan.
(nds/roz)











































