Poncharal, yang timnya sudah ada di kejuaraan dunia grand prix sejak 1990, mengakui kalau Marquez tidak menjalani musim 2015 dengan maksimal.
Namun demikian, itu disebutnya tidak mengurangi apa yang sudah dibawakan Marquez untuk MotoGP berkat gaya berkendaranya yang habis-habisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat saya, Marquez masih tetap yang paling menarik untuk dilihat. Ia merupakan tipe rider yang gemar saya lihat karena segalanya serba lebih. Tapi itulah yang kami senangi," ucap Poncharal kepada Crash.net.
"Saya pikir Marquez secepat Jorge tapi cara mereka mengembangkan performa itu amat berbeda. Dengan Jorge, kalau Anda tak punya stopwatch maka Anda akan pikir ia sedang memanaskan ban! Tapi ketika Anda melihat Marc, Anda akan bilang 'f**k!' Di setiap tikungan ia terlihat akan crash. Anda akan berpikir tak ada yang bisa lebih cepat lagi di dunia dan itu amatlah menarik."
"Saya senang melihat Jorge melaju karena ia amat bersih dan teknis. Tapi Anda benar-benar harus jadi penikmat untuk mengapresiasinya. Dengan Marc siapa saja, bahkan yang berumur 75 tahun dan tak pernah naik kendaraan roda dua, dapat menikmati aksinya di TV, apalagi Dorna sudah bekerja dengan baik sekali dalam siaran gerak lambat, dan 'wow!'. Itu benar-benar jadi hiburan."
"Sehubungan dengan itu ia merupakan duta terbaik buat MotoGP karena pemuda ini merupakan sebuah gunung berapi! Sukar dipercaya. Jadi saya senang menyaksikan Marc dan saya pikir ia sudah memberi banyak hal buat olahraga kami," tuturnya.
Marquez menyongsong musim 2015 lalu dengan usaha menjuarai MotoGP untuk kali ketiga beruntun. Namun, pada akhirnya ia harus puas menyudahi posisi tiga klasemen akhir setelah beberapa kali jatuh dari motor Repsol Honda-nya di musim tersebut.
"Seperti yang dikatakan Marc, ia sudah belajar dari kesalahannya. Sebenarnya saya tidak yakin benar karena setelah sejumlah crash-nya tahun ini (2015) ia pun bilang 'saya sudah belajar' dan di balapan berikutnya atau balapan setelah itu, ia jatuh lagi!," ujar Poncharal sambil tersenyum.
"Saya pikir para rider di podium final, satu-dua-tiga (Lorenzo, Rossi, Marquez), benar-benar yang terbaik, tercepat, dan paling menarik untuk disaksikan," sebutnya.
(krs/nds)











































