Gaya tersebut tak berubah saat pebalap tim Repsol Honda itu berbincang-bincang dengan wartawan kami. Ia dengan seksama mendengarkan setiap pertanyaan, dan merespons dengan bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa dia antusias untuk menjawabnya.
Berikut petikan wawancara detiksport dengan Marquez di sebuah ruangan di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Minggu (14/2/2016):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marc Marquez (MM): Ya, dua tahun awal benar-benar luar biasa, tapi tahun lalu kami mengawali dengan kurang bagus dan kehilangan banyak poin. Tapi kami juga mendapatkan banyak pengalaman. Jadi kami ingin bangkit musim ini. Ini adalah kerja sama tim dan untuk jadi juara semuanya harus sempurna. Untuk bisa sempurna setiap musimnya tentu tidak mudah. Kami akan berusaha lebih baik lagi.β¨β¨
DS: Apa pengalaman musim lalu itu memberi kamu motivasi ekstra untuk musim ini?
MM: Tentu saja. Motivasinya amat tinggi. Dan di usia 22-26 tahun, motivasinya akan sangat tinggi dan Anda selalu menginginkan lebih. Tapi kami akan berusaha menggunakan pengalaman musim lalu agar jadi favorit meraih gelar.β¨β¨
DS: Selain kamu dan Dani di Honda, ada Jorge dan Valentino di Yamaha, lalu dua rider Ducati, juga para rider Suzuki. Siapa sih yang kamu anggap pesaing terberat untuk musim ini?
MM: Pesaing terberat secara garis besar adalah kedua pebalap Yamaha, khususnya Jorge karena ia juara bertahan dan saya pikir paling cepat musim lalu. Di pramusim pun ia sudah langsung tampil bagus. Jadi, kedua rider Yamaha, rekan setim saya, juga Ducati kelihatannya punya motor tangguh jadi akan ketat sekali. Suzuki juga terus bekerja keras, Vinales bagus dan Espargaro pun beberapa kali lebih cepat dari rekannya itu. Tim mereka juga bagus. Tapi saat ini saya pikir mereka masih satu langkah di belakang kami.
DS: Kamu dan adikmu, Alex, sangat dekat. Suatu hari nanti mungkin saja kamu akan saingan dengannya di MotoGP. Bagaimana kira-kira rasanya?
MM: Bersaing dengan saudara sendiri... menurut saya memberi keuntungan terbesar karena saya tak pernah sendirian, saya selalu berlatih dengan adik saya itu. Kami punya hubungan amat baik, berlatih bareng, juga di motokros, kami pun satu rumah. Akan menyenangkan kalau suatu hari nanti ia bisa ke MotoGP. Bagus juga kalau di masa depan saya mengalahkannya di kategori MotoGP!

DS: Ini sudah kesekian kali kamu ke Indonesia. Menurut kamu bagaimana antusiasme para penggemar di sini?
MM: Ada banyak fans sepeda motor di sini dan tentu saja saya menantikan balapan grand prix di sini. Sepertinya akan ada balapan di Indonesia, jadi akan menyenangkan.
DS: Terkait kemungkinan MotoGP Indonesia, Sentul adalah salah satu opsi untuk menjadi sirkuit balapan nanti. Menurut kamu bagaimana sirkuit Sentul ini sendiri?
MM: Jika ingin menyelenggarakan balapan di sini tentu harus dilakukan modifikasi besar pada aspalnya, tapi tentu saja lintasan balapnya bagus. Selain itu juga harus lolos Safety Commission untuk melihat tingkat keamanannya. Tapi Sentul sudah jadi sebuah sirkuit kelas dunia. Jadi, kenapa tidak?

β¨DS: Untuk pebalap Indonesia, ada pesan atau penyemangat khusus?
MM: Ada sejumlah rider di Asia Cup, Spanish Championship tahun ini. Saya pikir itu akan bagus buat negara Anda karena (Indonesia) punya banyak fans tapi tak ada rider di Kejuaraan Dunia Balap Motor Grand Prix. Saya pikir itu akan bagus untuk masa depan.
DS: Hari ini 'kan tepat hari Valentine. Apa sih aktivitas yang biasa kamu lakukan di hari Valentine?
MM: Hari Valentine senantiasa jadi hari yang spesial. Ada nuansa cinta! Saya pikir itu hari yang istimewa untuk banyak orang. Saya sih biasanya selalu berusaha menghabiskan hari Valentine dengan keluarga, khususnya ibu. Kali ini saya menghabiskan Valentine di Indonesia, juga di pesawat karena malam ini saya akan naik pesawat untuk tes berikutnya.β¨β¨

(krs/a2s)











































