Lorenzo, yang saat ini masih membalap untuk Movistar Yamaha, pernah bekerja sama dengan Dall'Igna di kelas 250cc sebelum hijrah ke kelas primer bersama Yamaha.
Dall'Igna sendiri bergabung ke Ducati dari Aprilia pada 2014, memainkan peranan penting dalam menghidupkan kembali peruntungan tim Italia bernuansa merah itu, termasuk mendatangkan Lorenzo untuk musim depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat saya Gigi selalu menjadi teknisi genius, selalu amat sukses dalam kategori atau pabrik yang pernah ia perkuat. Kini kami punya tantangan baru, yakni menang di MotoGP. Evolusi (Ducati) setiap tahunnya selalu maju ke depan dan menanjak. Jadi sudah pasti (Gigi) punya pengaruh besar terhadap keputusan saya. Ini merupakan keputusan berisiko, tapi risiko yang sudah diperhitungkan," tuturnya.
Dall'Igna kemudian dimintai pendapatnya mengenai komentar Lorenzo terhadap dirinya. Menolak disebut genius, ia justru menyebut Lorenzo-lah yang lebih pantas disebut seperti itu.
"Pertama-tama saya ingin bilang terima kasih kepada Jorge atas kata-katanya, tapi sudah pasti saya tidak menilai diri saya genius. Saya memang yakin mampu membantu orang-orang yang bekerja sama dengan saya agar tampil maksimal," ujarnya.
"Mungkin saya dikelilingi genius karena saya percaya semua orang di Ducati punya level yang sangat tinggi. Jadi saya pikir bahwa pekerjaan yang sudah kami lakukan dalam 2-3 tahun terakhir bukan cuma dari saya karena kami merupakan tim yang bekerja sama-sama, dengan target untuk diraih, dan itulah alasan utama kami mampu mengevolusikan motor ke arah yang tepat.
"Sudah pasti Jorge adalah salah satu rider terbaik di dunia. Ia punya karakteristik spesial dan saya amat mengenal karakteristik-karakteristik tersebut karena saya pernah bekerja sama dengannya untuk waktu yang lama. Saya pikir saat ini motornya bisa memberi apa yang dibutuhkan Jorge agar bisa cepat di lintasan dan kami juga harus sedikit mengadaptasikan motor dengan gayanya, tapi saya pun yakin ia bisa mengendarainya dengan cara yang tepat karena ia merupakan genius sejati," sebut Dall'Igna.
(krs/roz)











































