Di Sirkuit Misano, akhir pekan lalu Movistar Yamaha mengakhiri balapan di tiga besar. Rossi finis kedua di belakang sang pemenang Dani Pedrosa [Honda Repsol] dan di depan rekan setimnya, Lorenzo.
Usai lomba, Lorenzo dan Rossi perang komentar. Menurut pebalap Spanyol itu manuver Rossi di putaran kedua terlalu agresif dan berisiko membuatnya jatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez mengakhiri balapan di posisi keempat. Menurut Marquez, manuver Rossi dipengaruhi dengan motivasi bertanding di kandang sendiri.
"Saat itu aku agak jauh di belakang dan kupikir memang sedikit aneh karena Valentino miring di tikungan dari belakang, tapi kemudian aku melihat dia melakukan penyalipan," ungkap Marquez, yang dikutip Motorsport.com.
"Bagiku, okay, itu adalah sebuah overtaking yang wajar. Memang agresif, tentu saja, tapi ketika Anda bertanding di sirkuit sendiri, Anda selalu memberikan yang lebih."
"Valentino sangat cerdik, dia tahu itu juga Jorge memiliki kecepatan yang bagus -- dan dia menyalip dengan agresif, pada batasnya tapi tidak apa-apa."
Marquez masih memimpin klasemen pebalap dengan perolehan 228 poin, unggul 43 poin dari Rossi di peringkat kedua dan 61 poin dari Lorenzo di posisi ketiga. Balapan berikutnya akan dihelat di Aragon, 25 September.
(rin/din)











































