Mereka yang Jadi Juara Dunia di Motegi: Stoner, Rossi, dan Marquez

Jelang MotoGP Jepang

Mereka yang Jadi Juara Dunia di Motegi: Stoner, Rossi, dan Marquez

Doni Wahyudi - Sport
Selasa, 11 Okt 2016 13:45 WIB
Mereka yang Jadi Juara Dunia di Motegi: Stoner, Rossi, dan Marquez
Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Marc Marquez berpeluang merebut gelar juara dunia musim 2016 di Sirkuit Motegi. Sepanjang sejarah MotoGP, ada tiga pebalap memastikan jadi juara dunia di trek itu.

MotoGP Jepang, Minggu (16/10/2016) mendatang, menjadi kesempatan pertama Marquez merebut gelar juara dunia di musim 2016. Tapi syarat yang harus dipenuhi agar titel juara dunia itu berhasil diamankan terbilang sulit.

Marquez bukan hanya harus jadi juara di Jepang. Keberhasilan menjejak podium tertinggi harus dibarengi dengan Valentino Rossi finis di posisi 15 atau lebih rendah, dan Jorge Lorenzo menuntaskan balapan di urutan empat atau lebih rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sulit, tapi bukan tidak mungkin. Sejak berubah menjadi MotoGP, tercatat ada tiga pebalap yang pernah memastikan menjadi juara dunia di Sirkuit Motegi. Marquez sendiri pernah melakukannya, yakni saat dia merengkuh titel juara dunia untuk kali kedua di tahun 2014.

Berikut pebalap-pebalap yang pernah memenangi gelar juara dunia di Jepang, sejak kelas MotoGP diperkenalkan:

1. Casey Stoner (2007)

2. Valentino Rossi (2008)

3. Marc Marquez (2014)

Casey Stoner (2007)

Foto: Koichi Kamoshida/Getty Images
Tak ada yang menyangka Stoner bisa menjadi juara dunia di 2007 bersama Ducati. Pada tahun keduanya di kelas MotoGP (musim pertama dia jalani bersama Honda), pebalap asal Australia itu sudah tampil solid sejak awal musim. Stoner memenangi tiga dari empat balapan awal musim.

MotoGP Jepang merupakan balapan ke-15 dari total 18 seri yang digelar sepanjang musim. Dari 14 balapan sebelumnya, Stoner merebut delapan kemenangan. Dia sudah unggul jauh dari Dani Pedrosa dan Valentino Rossi saat menuju MotoGP Jepang.

Keberuntungan Stoner makin besar karena dua pesaingnya dapat hasil buruk. Rossi menuntaskan race di urutan 13 karena mengalami masalah pada ban, sementara Pedrosa mengalami crash dan gagal meneruskan lomba.

Stoner sendiri cuma finis di posisi enam - hasil terburuk dia di sepanjang 2007. Tapi itu merupakan hasil minimal yang dibutuhkan untuk mengunci titel juara dunianya yang pertama.

Sepanjang 2007 Stoner meraih 10 kemenangan, termasuk 6 pole position. Dia memuncaki klasemen akhir dengan 367 poin, unggul 125 dari Pedrosa di posisi dua dan terpaut 126 dari Rossi di tangga ketiga.

Stoner mengukir sejarah menjadi pebalap Ducati pertama setelah Phil Read (1974) yang meraih titel juara dunia di kelas primer. Atas suksesnya itu Stoner juga terpilih menjadi Young Australian of the Year.

Valentino Rossi (2008)

Foto: Kiyoshi Ota/Getty Images
Setahun setelah pesta Stoner di Motegi, gantian Rossi menggelar perayaan di sana. The Doctor meraih gelar juara dunianya yang keenam di kelas primer pada MotoGP Jepang musim 2008.

Sepanjang musim 2008 Rossi terlibat persaingan ketat dengan Stoner. Namun Rossi jauh lebih konsisten dengan cuma dua kali finis di luar podium pada balapan sebelum di Jepang, sementara di periode yang sama Stoner tiga kali finis di luar podium dan dua kali gagal menuntaskan race.

Rossi meraih gelar juara musim 2008 dengan bergaya, karena dia mengukuhkannya dengan merebut podium teratas di Motegi. The Doctor mengasapi Stoner yang harus puas jadi runner up dan kehilangan mahkota juaranya.

Ada sembilan balapan yang dimenangi Rossi sepanjang tahun itu - termasuk lima beruntun di Amerika Serikat, Republik Ceko, San Marino, Indianapolis, dan Jepang. Pada klasemen akhir musim dia mengumpulkan 373 poin, mengalahkan Stoner yang berada di urutan dua dengan 280 poin.

Yang menarik, ini menjadi kemenangan pertama Rossi di Motegi. Dia juga menjadi pebalap Yamaha pertama yang menjejak podium teratas di sirkuit kepunyaan Honda itu.

Marc Marquez (2014)

Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Anda mungkin masih mengingat dengan jelas bagaimana Marquez menjadi juara dunia dua tahun lalu, yang merupakan titelnya yang kedua. Meski mengunci gelarnya di MotoGP Jepang, penampilan spesial Marquez sebenarnya sudah muncul sejak awal musim.

Marquez ketika itu meraih 10 kemenangan beruntun di awal musim. Statistik yang membuat dia seakan tinggal menunggu waktu saja kapan akan menuntaskan persaingan menjadi juara dunia. Pada akhirnya, Marquez meraihnya dengan spesial karena dia melakukannya pada balapan kandang Honda di Sirkuit Twin Ring Motegi.

Marquez cuma finis di posisi dua pada balapan itu, kalah dari Jorge Lorenzo yang menjadi juara. Tapi itu sudah cukup untuk Marquez untuk mengamankan titel juara dunianya yang kedua.

Marquez menyudahi musim dengan 13 kemenangan didapat, dengan total poin dikumpulkan berjumlah 362. Jumlah 13 kemenangan tersebut sekaligus mematahkan rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dipunya Mick Doohan (12).

Rossi finis kedua pada musim ini dengan 295 poin, sementara urutan ketiga menjadi milik Jorge Lorenzo dengan 263 poin.
Halaman 2 dari 4
Tak ada yang menyangka Stoner bisa menjadi juara dunia di 2007 bersama Ducati. Pada tahun keduanya di kelas MotoGP (musim pertama dia jalani bersama Honda), pebalap asal Australia itu sudah tampil solid sejak awal musim. Stoner memenangi tiga dari empat balapan awal musim.

MotoGP Jepang merupakan balapan ke-15 dari total 18 seri yang digelar sepanjang musim. Dari 14 balapan sebelumnya, Stoner merebut delapan kemenangan. Dia sudah unggul jauh dari Dani Pedrosa dan Valentino Rossi saat menuju MotoGP Jepang.

Keberuntungan Stoner makin besar karena dua pesaingnya dapat hasil buruk. Rossi menuntaskan race di urutan 13 karena mengalami masalah pada ban, sementara Pedrosa mengalami crash dan gagal meneruskan lomba.

Stoner sendiri cuma finis di posisi enam - hasil terburuk dia di sepanjang 2007. Tapi itu merupakan hasil minimal yang dibutuhkan untuk mengunci titel juara dunianya yang pertama.

Sepanjang 2007 Stoner meraih 10 kemenangan, termasuk 6 pole position. Dia memuncaki klasemen akhir dengan 367 poin, unggul 125 dari Pedrosa di posisi dua dan terpaut 126 dari Rossi di tangga ketiga.

Stoner mengukir sejarah menjadi pebalap Ducati pertama setelah Phil Read (1974) yang meraih titel juara dunia di kelas primer. Atas suksesnya itu Stoner juga terpilih menjadi Young Australian of the Year.

Setahun setelah pesta Stoner di Motegi, gantian Rossi menggelar perayaan di sana. The Doctor meraih gelar juara dunianya yang keenam di kelas primer pada MotoGP Jepang musim 2008.

Sepanjang musim 2008 Rossi terlibat persaingan ketat dengan Stoner. Namun Rossi jauh lebih konsisten dengan cuma dua kali finis di luar podium pada balapan sebelum di Jepang, sementara di periode yang sama Stoner tiga kali finis di luar podium dan dua kali gagal menuntaskan race.

Rossi meraih gelar juara musim 2008 dengan bergaya, karena dia mengukuhkannya dengan merebut podium teratas di Motegi. The Doctor mengasapi Stoner yang harus puas jadi runner up dan kehilangan mahkota juaranya.

Ada sembilan balapan yang dimenangi Rossi sepanjang tahun itu - termasuk lima beruntun di Amerika Serikat, Republik Ceko, San Marino, Indianapolis, dan Jepang. Pada klasemen akhir musim dia mengumpulkan 373 poin, mengalahkan Stoner yang berada di urutan dua dengan 280 poin.

Yang menarik, ini menjadi kemenangan pertama Rossi di Motegi. Dia juga menjadi pebalap Yamaha pertama yang menjejak podium teratas di sirkuit kepunyaan Honda itu.

Anda mungkin masih mengingat dengan jelas bagaimana Marquez menjadi juara dunia dua tahun lalu, yang merupakan titelnya yang kedua. Meski mengunci gelarnya di MotoGP Jepang, penampilan spesial Marquez sebenarnya sudah muncul sejak awal musim.

Marquez ketika itu meraih 10 kemenangan beruntun di awal musim. Statistik yang membuat dia seakan tinggal menunggu waktu saja kapan akan menuntaskan persaingan menjadi juara dunia. Pada akhirnya, Marquez meraihnya dengan spesial karena dia melakukannya pada balapan kandang Honda di Sirkuit Twin Ring Motegi.

Marquez cuma finis di posisi dua pada balapan itu, kalah dari Jorge Lorenzo yang menjadi juara. Tapi itu sudah cukup untuk Marquez untuk mengamankan titel juara dunianya yang kedua.

Marquez menyudahi musim dengan 13 kemenangan didapat, dengan total poin dikumpulkan berjumlah 362. Jumlah 13 kemenangan tersebut sekaligus mematahkan rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dipunya Mick Doohan (12).

Rossi finis kedua pada musim ini dengan 295 poin, sementara urutan ketiga menjadi milik Jorge Lorenzo dengan 263 poin.

(din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads