Saat kontrak baru Valentino Rossi diumumkan pada seri pembuka di Qatar, terlihat nyata kalau Lorenzo yang jadi rekan setimnya sedang mempertimbangkan tawaran dari tim lain.
Lorenzo mendapat pengajuan tawaran kontrak baru dari Yamaha secara bersamaan dengan Rossi, tapi menolak menerima tawaran yang disebut sebagai "tawaran terbagus dalam karier membalap Lorenzo". Pada pertengahan April, saat musim baru berjalan tiga seri, ia mengumumkan kepindahan ke Ducati. Jarvis menyebut itu sudah mengganggu fokusnya bersama Yamaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jorge membuat keputusan di awal-awal, sulit untuk menghitung atau menilai seberapa besar efek tersebut terhadap musimnya tapi sudah pasti itu mengusik konsentrasi. Tak diragukan lagi. Mungkin 95% pikiran masih fokus ke pekerjaan di tangan, tapi 5% sisanya memikirkan masa depan, melirik Ducati untuk mungkin melihat bagaimana kinerja mereka. Jadi saya tak bisa mengatakan secara persis macam apa pengaruh hal tersebut, tapi buat sebuah sudah pasti akan lebih enak menjalani sebuah musim ketika tahu kedua ridernya akan bertahan di masa depan. Dan saya pikir begitu pula dengan ridernya.
"Pada akhirnya kami ada di posisi dua (Rossi) dan tiga (Lorenzo) dalam kejuaraan dunia, jadi untungnya ketika para rider kami sudah mengenakan helm mereka secara umum bisa tetap fokus. Jadi saya pikir kami tetap mampu menjalani musim yang cukup bagus, kendatipun ada perubahan tersebut," tuturnya.
(krs/rin)










































