Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Diikuti 60 Petarung

Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Diikuti 60 Petarung

Randy Prasatya - Sport
Minggu, 04 Okt 2026 02:30 WIB
Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 bergulir di Bengkel Cafe SCBD Jakarta, Minggu (4/10/2026). Ratusan peserta melakukan timbangan berat badan di Gedung FX Senayan, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble. (Foto: Randy Prasatya/detikSport)
Jakarta -

Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 bergulir di Bengkel Cafe SCBD Jakarta, Minggu (4/10/2026). Puluhan melakukan timbangan berat badan di Gedung FX Senayan, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Ajang yang dipromotori Mario Tito Tampubolon bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov PERBATI) DKI Jakarta tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Sebanyak 60 petinju ambil bagian dalam kejuaraan ini. Rinciannya, 50 petinju berstatus mahasiswa dan 10 lainnya merupakan prajurit TNI. Mereka akan memperebutkan total hadiah pembinaan sebesar Rp 100 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panitia juga menyiapkan hadiah Rp10 juta untuk petinju terbaik, serta masing-masing Rp5 juta bagi Petinju Harapan dan Petinju Favorit.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang telah memberikan kepercayaan. Begitu juga dengan PERBATI DKI Jakarta yang telah mendukung untuk menyukseskan Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026," ujar Mario Tito Tampubolon seusai acara timbang badan.

ADVERTISEMENT

Selain Piala Panglima TNI, panitia menyediakan dua sabuk khusus. Sabuk Panglima TNI diperuntukkan bagi petinju yang berstatus prajurit TNI, sedangkan Sabuk Rakyard Rumble diperebutkan petinju dari kalangan mahasiswa.

Mario menjelaskan, Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 memiliki dua misi utama. Pertama, memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki minat untuk meniti karier di dunia tinju sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk tampil mewakili Indonesia di ajang internasional.

Kedua, kejuaraan ini menjadi sarana untuk mengedukasi pelajar dan mahasiswa mengenai berbagai fasilitas yang dapat diperoleh atlet berprestasi dari pemerintah.

"Fasilitas bagi atlet berprestasi itu cukup banyak untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Dari mulai beasiswa, menjadi ASN, prajurit TNI, dan juga anggota Polri," kata Mario.

Karena itu, Mario menekankan pentingnya atlet tetap menempuh pendidikan di tengah kesibukan menjalani karier olahraga. Menurutnya, prestasi di bidang olahraga perlu berjalan beriringan dengan pendidikan agar atlet memiliki bekal untuk masa depan.

"Makanya, atlet itu harus menekuni pendidikan sehingga ke depan bisa menjadi SDM unggul bukan hanya di olahraga tetapi dalam karier pendidikannya," ujarnya.

Mario sendiri tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Queensland di Australia.

Melalui Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026, ia berharap semakin banyak generasi muda yang melihat tinju bukan hanya sebagai arena meraih prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun masa depan melalui perpaduan olahraga dan pendidikan.



(ran/yna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads