Ini Kunci dari Performa Oke Vinales di 2016

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 15 Des 2016 16:00 WIB
Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Barcelona - Buat Maverick Vinales, mengumpulkan informasi dan pengalaman merupakan faktor kunci dari balapannya. Ia pun merasa lihai dalam melakukan itu lalu menerapkannya secara maksimal.

Vinales menjalani debut di kelas primer pada 2015 bersama tim Suzuki Ecstar. Rider Spanyol 21 tahun itu menyudahi musim di posisi 12 sekaligus menyabet predikat Rookie of The Year.

Di musim keduanya bersama tim yang sama, Vinales tampil lebih prima. Ia meraih kemenangan pertama pada kelas primer di Silverstone, ditambah tiga kali finis ketiga, untuk menutup musim di peringkat empat klasemen akhir.

Dalam petikan wawancara dengan SportRider.com, Vinales menyebutnya sebagai keberhasilan dari mengumpulkan informasi dan pengalaman, termasuk dari melihat aksi Marc Marquez dan Valentino Rossi, lalu menggunakannya dengan cara tepat.

"Setelah Silverstone," ucap Vinales ketika ditanya kapan persisnya ia merasa sudah masuk ke jajaran top rider pada musim 2016.

"Di Qatar saya sudah tangguh, tapi tak punya pengalaman. Mengingatnya lagi, yang saya dan tim tidak miliki adalah pengalaman. Di akhir balapan Silverstone, piranti elektronik kami bekerja dengan lebih akurat, manajemen balap kami jauh lebih baik, kami juga sudah belajar tentang manajemen pemakaian ban, lebih efisien dalam kualifikasi dan balapan.

"Itu semua adalah berkat akumulasi pengalaman. Di Austria, misalnya, adalah balapan penting dalam konteks ini. Saya menghabiskan mayoritas waktu dalam balapan di belakang Marc dan Valentino, dan dapat melihat hal-hal yang banyak membantu saya. Saya ketika itu melihat Marc dan Valentino menggeber maksimal. Mereka punya pengaturan elektronik berbeda. Di Red Bull Ring, saya memahami pentingnya menyiasati di mana harus menggeber dan ada tempat bahwa melakukannya justru jadi masalah ketimbang membantu," sebutnya.

Vinales akan membalap dengan tim pabrikan Yamaha di 2017. Ia mengaku takkan mengubah pendekatan yang biasa ia lakukan, dengan lebih dulu mendulang informasi sebanyak mungkin dan kemudian menggunakan akumulasi pengalaman itu untuk diadaptasikan dengan gaya sendiri.

"Saya adalah seorang rider dengan keinginan tertentu. Tapi yang terpenting adalah untuk mengumpulkan informasi dan belajar. Dan saya pikir saya bisa belajar banyak di garasi Yamaha karena pengalaman mereka segudang. Pada akhirnya setiap pebalap memang ingin melakukan hal sesuai keinginannya, tapi jika ada yang lebih baik maka itu akan dikompromikan dengan keinginan-keinginan milik Anda sendiri. Saya menilai diri saya bagus dalam hal itu; mengumpulkan pengalaman dan memaksimalkannya," tutur Vinales.

(krs/rin)