DetikSport
Senin 25 September 2017, 12:22 WIB

Beda Pandangan Pedrosa dan Rossi Usai Nyaris Bersenggolan

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Beda Pandangan Pedrosa dan Rossi Usai Nyaris Bersenggolan Ilustrasi: Rossi dan Pedrosa di Misano musim 2016. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Sport)
Alcaniz - Dani Pedrosa dan Valentino Rossi sempat nyaris bersenggolan dalam balapan di MotoGP Aragon. Pedrosa mengkritik Rossi, yang dibalas dengan tajam oleh sang rival.

Pedrosa dan Rossi yang bersenggolan di putaran ke-16 dalam balapan di sirkuit Aragon, Minggu (24/9/2017) malam WIB kemarin. Pedrosa yang berupaya memanfaatkan slipstream dari Rossi, terdesak ke tepi trek saat menyalip dari sisi kiri di lintasan lurus utama sirkuit.





Keduanya nyaris bersenggolan dalam kecepatan tinggi. Insiden ini disebut Pedrosa terlalu berlebihan karena merasa seharusnya Rossi bisa memberinya ruang untuk menyalip.

"Saya tak melihat gambar di TV, jadi saya cuma bisa mengatakan dari apa yang saya rasakan di motor. Dan ketika saya berada di motor, rasanya itu sangat dekat! Saya tak bisa menilai apa yang dia lihat, tapi tentu Anda tahu, merasakan, bahwa Anda akan disalip," ungkap Pedrosa dikutip Crash.

"Tentunya, pada awalnya dia tak melihat saya. Tapi saat Anda berdampingan, Anda bisa mencoba memberikan ruang untuk pebalap lain. Tapi saya berada di batas lintasan, tuas remnya cuma berjarak seperti ini (sekitar satu cm) dan kami sedang melaju di 300 km/jam."

"Saya berpikir Anda tak perlu memaksakan isu sejauh itu, karena risiko di kecepatan ini, margin untuk error itu sangat kecil. Tapi saya punya laju bagus dan kecepatan yang cukup sehingga saya tak tertahan dengan kecepatannya."

"Karena terkadang ketika Anda menyalip dengan slipstream, kalau terlalu dekat, bisa dibilang kecepatan Anda berhenti saat bersebelahan dengan pebalap lain. Seperti yang terjadi satu atau dua lap sebelumnya saat saya dengan Dovi. Tapi untuknya saya masih bisa terus melaju dan keluar dari 'jepitan' itu," imbuhnya.

Terkait hal ini, Rossi justru menilai Pedrosa yang terlalu berlebihan. Dia menjelaskan bahwa di bagian lintasan itu normal bagi para pebalap bergerak ke arah kiri dan menghindari memberikan keuntungan slipstream ke pebalap di belakangnya.

"Yah, kalau dia tak senang, Pedrosa harus balapan sendirian saya rasa. Inilah yang saya pikirkan, karena semua orang melakukan hal yang sama ke saya ketika saya mau menyalip terutama di tikungan terakhir," kata Rossi.

"Tapi sejujurnya di jalur keluar tikungan 14, Anda selalu bergerak ke kiri. Mungkin dalam kejadian ini satu meter lebih jauh. Saya tak tahu pastinya. Mungkin para pebalap ini berpikir mereka yang punya lintasannya!" imbuhnya.

Pedrosa sendiri pada akhirnya melewati Rossi dan finis di posisi dua, tepat di belakang rekan setimnya di Repsol Honda, Marc Marquez. Sementara Rossi, yang baru pulih dari cedera patah kaki, finis kelima.
(raw/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed