detiksport
Follow detikSport
Sabtu, 14 Apr 2018 06:26 WIB

Komentar Schwantz dalam Kontroversi Marquez di Rio Hondo

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Marc Marquez melakukan serangkaian aksi kontroversial di Argentina (Foto: Juan Mabromata/AFP Photo) Marc Marquez melakukan serangkaian aksi kontroversial di Argentina (Foto: Juan Mabromata/AFP Photo)
Jakarta - Marc Marquez membalap dengan sembrono di Argentina. Legenda Suzuki Kevin Schwantz menilai Marquez mestinya ditempatkan dalam masa percobaan di sisa musim ini.

Rider Honda Repsol itu menjadi pusat perhatian dalam balapan di Termas de Rio Hondo, akhir pekan lalu. Setelah mengabaikan arahan race direction karena motornya mogok sebelum start, Marquez menyenggol Aleix Espargaro dan Valentino Rossi di tengah-tengah balapan.

Akibat senggolan Marquez, Rossi pada akhirnya jatuh meski masih bisa menuntaskan balapan. Namun, insiden itu memperburuk hubungan kedua pebalap yang sudah retak sejak 2015. Permintaan maaf Marquez ke garasi Yamaha pun kemudian ditolak.


Marquez sendiri sudah menerima tiga hukuman akibat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya, termasuk penalti 30 detik. Namun, masih ada perdebatan mengenai hukuman Marquez, yang dianggap kurang setimpal.

Schwantz, juara kelas 500cc pada 1993, mengatakan Marquez mesti diwanti-wanti. Jadi apabila insiden serupa terjadi lagi, Marquez akan didiskualifikasi.

"Dia memang sudah dihukum untuk apa yang dia lakukan. Tapi menurut saya dia seharusnya ditempatkan dalam masa percobaan di sisa musim ini," ucap Schwantz kepada Autosport.

"Dia harus diberitahu bahwa kalau untuk alasan apapun, dia menyenggol pebalap lain karena aksi dia sendiri, maka dia akan didiskualifikasi. Sekalipun itu karena ada kesalahan di mana dia membahayakan dirinya sendiri dan melaju terlalu cepat untuk kondisi lintasan. Dia kan seorang juara, dia tahu apa yang dia lakukan. Jadi dia akan tahu apakah dia terlalu cepat meski sebelum dia perlu menyalip motor lain dari dalam dan terjadi kontak."


"Anda tidak bisa hanya jatuh, menabrak pebalap lain dan kemudian, 'Oh maaf, aku membuat kesalahan.' Kita semua tahu itu tidak benar," sambung mantan pebalap asal Amerika Serikat ini.

"Semua orang terkadang membuat sesekali kesalahan di situasi-situasi kritis, tapi dia tidak seharusnya tidak terus menciptakan situasi kritis untuk dirinya sendiri di mana kesalahan-kesalahan dia bisa membahayakan pebalap lain," Schwantz menyimpulkan.

Untuk meredakan ketegangan, Marquez dengan Rossi akan diajak bicara oleh penyelenggara MotoGP, Dorna, di Austin.

(rin/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed