'Hujan Bikin Menarik'

Jelang MotoGP Jerman

'Hujan Bikin Menarik'

- Sport
Sabtu, 30 Jul 2005 06:26 WIB
Jakarta - Bukan cuaca terik yang harus diwaspadai para pembalap di MotoGP Jerman yang berlangsung Minggu (31/7/2005) melainkan hujan. Menurut prakiraan cuaca, peluang hujan pada hari Minggu di sekitar Dresden besar dengan temperatur udara 17-26 derajat celcius. Kondisi ini tentunya cukup berbeda dengan yang terjadi dalam dua hari pertama sesi. Menurut pantauan reporter detikcom Andi Abdullah Sururi langsung dari Sachsenring, sesi latihan satu dan dua pada hari Jumat (29/7/2005), berlangsung di bawah cuaca panas dengan temperatur udara 35 derajat celcius. Teriknya matahari juga masih akan dirasakan para pembalap hari ini. Sesi latihan ketiga dan kualifikasi hari Sabtu (30/7/2005) diperkirakan akan berlangsung di bawah temperatur 19-29 derajat celcius.Dengan demikian perubahan cuaca yang cukup drastis sudah harus mulai diwaspadai. Pasalnya balapan di saat terjadi hujan sangat jauh berbeda dengan di saat terik. Balapan di Donington Park, Inggris, pekan lalu adalah contoh bagaimana balapan di bawah siraman hujan bisa menjadi sangat berbahaya. Dari 21 peserta di awal lomba, hanya 11 pembalap saja yang berhasil finis. Sisanya rontok saat lomba karena tergelincir atau kecelakaan lain. Meskipun hujan membuat balapan berlangsung dalam kondisi tidak normal, tetapi menurut mantan pembalap Randy Mamola, kondisi itu justru membuat balapan lebih menarik. Alasannya para pembalap menjadi lebih menonjolkan pengalaman ketimbang kemampuan mesin motornya. "Hujan membuat para pembalap terlihat setara. Lihatlah enam pembalap teratas yang finis di Inggris, mereka yang selamat adalah Rossi (Yamaha), Roberts (Suzuki), Barros (Honda), Edwards (Yamaha), Checa (Ducati) dan Capirossi (Ducati)," tutur Mamola seperti dilansir Eurosport."Mereka adalah pembalap berpengalaman, dan kelihatan bersinar di sana. Di Donington hanya ada dua tipe pembalap, yang mampu menguasai keadaan dan yang tak memiliki apapun. Akhirnya yang bertahan adalah mereka yang agresif," tandas mantan pembalap yang kini bekerja sebagai komentator televisi tersebut. Jika balapan berlangsung dalam kondisi sama kuat, maka yang diuntungkan adalah penonton sebab mereka akan menyaksikan balapan yang seru. Akankah aksi pembalap di Donington terjadi di Sachsenring? (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads