detiksport
Follow detikSport
Senin, 08 Okt 2018 06:26 WIB

Rossi: MotoGP Thailand seperti Balapan Sepeda

Yanu Arifin - detikSport
Valentino Rossi saat balapan di Sirkuit Buriram dalam MotoGP Thailand, Minggu (7/10/2018). (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images) Valentino Rossi saat balapan di Sirkuit Buriram dalam MotoGP Thailand, Minggu (7/10/2018). (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Buriram - MotoGP Thailand 2018 berlangsung sengit, dengan pemenangnya adalah Marc Marquez. Valentino Rossi menilai jalannya perlombaan ibarat balapan sepeda.

Di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (7/10/2018), balapan berlangsung seru sejak awal. Marquez akhirnya keluar sebagai pemenang MotoGP Thailand, diikuti Andrea Dovizioso (Ducati) dan Maverick Vinales (Yamaha).

Rossi, yang sempat memimpin jalannya balapan, akhirnya cuma finis keempat. Di MotoGP Thailand, hasil Rossi dan Vinales menjadi yang terbaik untuk Yamaha di paruh kedua musim. Sebelumnya sejak MotoGP Ceko, kedua pebalapnya tak mampu meraih podium.




"Bagi saya, ini adalah balapan terbaik untuk Yamaha di paruh kedua musim ini. Ini sangat penting. Itu jauh lebih baik, karena kami bertarung di depan. Pada akhirnya, amat disayangkan, kami selalu kesulitan dengan ban. Tapi hari ini kami tidak terlalu jauh (dari pesaing)," kata Rossi seperti dikutip dari Crash.

"Saya tidak terlalu senang (dengan hasilnya) karena saya berusaha naik podium. Tapi hari ini Maverick lebih kuat," tambahnya.




Rossi menilai cuaca panas Thailand, yang menggelar MotoGP untuk pertama kalinya, sedianya tidak terlalu menjadi masalah. Ia menyebut kendala ban adalah penyebab dirinya kesulitan.

Cuaca panas Thailand memang membuat banyak rider cukup berhati-hati di lintasan. Rossi menilai, jalannya perlombaan ibarat balap sepeda sebab para rider lebih banyak menunggu dan berhati-hati untuk menyalip lawan.

"Saya baik-baik saja [secara fisik] dan saya tiba di akhir race dengan cukup tenaga untuk bersaing. Tapi saya berusaha menghemat ban sepanjang balapan, seperti semua pebalap, karena itu, ini lebih seperti lomba sepeda," jelasnya.

"Semua orang menunggu, terkadang satu pembalap akan memacu dua lap dan semuanya mengikuti, tetapi setelah itu mereka melambat, dan pebalap lain akan mencobanya lagi. Tidak ada yang berusaha memacunya sepanjang balapan."

"Dan amat disayangkan, saya sudah berusaha, tetapi di lap terakhir saya sangat bermasalah [dengan ban] dan kehilangan dua atau tiga persepuluh detik," terang rider asal Italia itu.

Simak Juga 'Lorenzo Kecelakaan Parah hingga Motornya 'Terbelah'':

[Gambas:Video 20detik]





(yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed