detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 16 Jan 2019 00:15 WIB

Titel Juara ke-10 Rossi Disamakan dengan Makhluk Mitologi

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Sukses atau tidaknya Valentino Rossi meraih gelar juara ke-10 akan tergantung Yamaha. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Sukses atau tidaknya Valentino Rossi meraih gelar juara ke-10 akan tergantung Yamaha. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Valentino Rossi masih mengejar titel juara dunia ke-10. Tercapai atau tidaknya target itu diyakini akan lebih bergantung pada Yamaha ketimbang Rossi.

Rider Yamaha itu telah mengumpulkan sembilan titel gelar juara balap motor di sepanjang kariernya, termasuk tujuh di kelas primer. Akan tetapi, terakhir kali Rossi memenangi titel juara dunia pada 2009 atau 10 tahun lalu.

Selama ini, The Doctor mentok dengan finis runner-up tiga kali beruntun di antara 2014-2016. Bukan hanya kemunculan para rival yang lebih muda dan kompetitif seperti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, namun Rossi turut dihambat oleh serangkaian masalah yang dialami motor M1 dalam dua tahun terakhir.


Pengamat top MotoGP Carlo Pernat mengakui akan sulit bagi Rossi meraih gelar juara dunia ke-10. Namun, Pernat meyakini Yamaha akan lebih berperan atas sukses atau tidaknya Rossi mencapainya.

"Bahwa Rossi mengejar titel juara ke-10, yang hampir seperti mahkluk mitologi. Ini adalah mission impossible untuk Tom Cruise, tapi di film-filmnya menjadi bisa dilakukan," jawab Pernat saat ditanya tantangan yang paling dinantikan fans di MotoGP 2019.


"Menurut saya, bisa atau tidaknya akan lebih bergantung pada Yamaha daripada pada dia," lanjut pengamat asal Italia itu dilansir GPOne.

"Rossi dipersiapkan dengan baik, bahkan tahun lalu ketika M1 kurang kompetitif seperti di Malaysia, dia bisa berada di posisi depan. Valentino seperti binatang balap dan akan bersaing. Tapi sudah jelas di usia 40 tahun, tidak ada lagi ruang peningkatan dan kita harus memperhitungkannya."

"Anda tidak bisa mengabaikan perbedaan usia dibandingkan dengan lawan-lawan, risiko-risikonya, dalam kondisi-kondisi tertentu yang mungkin tidak akan diambil sementara para pebalap lain mengambilnya. Saya yakin bahwa dia akan bersaing, tapi akan bergantung pada Yamaha." (rin/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed