detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 02 Apr 2019 01:11 WIB

Balapan Mimpi Buruk Lorenzo di MotoGP Argentina

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Jorge Lorenzo mengaku balapannya di MotoGP Argentina bak mimpi buruk. (Foto: Juan Mabromata / AFP) Jorge Lorenzo mengaku balapannya di MotoGP Argentina bak mimpi buruk. (Foto: Juan Mabromata / AFP)
Rio Hondo - Rider Repsol Honda Jorge Lorenzo mengungkapkan bahwa dirinya menjalani balapan mimpi buruk di MotoGP Argentina. Apa yang terjadi?

Pebalap Spanyol itu start dari posisi 12 dalam balapan di Termas de Rio Hondo, Senin (1/4/2019) dinihari WIB. Bertarung selama 25 lap, Lorenzo finis juga di peringkat ke-12 dengan selisih waktu 27,4 detik dari rekan setimnya Marc Marquez, yang menjadi pemenang.

Hasil Lorenzo memungkinkan dipengarungi oleh start yang sangat buruk. Dalam video rekaman balapan, Lorenzo begitu lambat sehingga dengan mudah disalip para pebalap lain sehingga memulai dari posisi paling belakang.


Rupanya, ada beberapa masalah yang dialami Lorenzo di sepanjang balapan. Saat start, Lorenzo mengaku salah pencet tombol pit limiter sehingga tenaga motornya seakan menghilang. Eks rider Ducati dan Yamaha itu juga kehilangan karet pegangan di setang motornya.

"Dengan pit limiter, sepertinya aku tidak sengaja menekannya karena yang aku ingat cuma menekan tombol prosedur start," Lorenzo mengatakan di Autosport.


"Tiba-tba motornya, rpm menurun drastis seperti tidak ada bahan bakar dan aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya tombol untuk pit start menyala dan motornya tidak mau jalan. Alhasil, semua pebalap menyalipku [dan] aku berada di posisi paling belakang seperti di Qatar."

"Ketika aku mulai memulihkan posisiku, aku merasa aku kehilangan karet di pegangan setang kiriku. [Karetnya] semakin lepas, lepas, dan lemas, sampai tidak ada lagi di pegangan setang kiriku. Jadi sama sekali tidak ada cengkeraman, semuanya buruk," keluh dia.

"Sangat sulit untuk memulihkan posisi, juga cengkeraman lintasan sangat buruk setelah balapan Moto2 dan dengan kondisi yang lebih panas. Jadi balapannya seperti mimpi buruk. Mudah-mudahan hal-hal aneh dan sial ini tidak terjadi lagi di masa depan," Lorenzo menambahkan.

(rin/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed