detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 23 Sep 2019 17:03 WIB

Lorenzo Tak Tahu Kapan Bisa Bersaing Lagi

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Jorge Lorenzo mengaku tak tahu kapan bisa bersaing dengan pebalap-pebalap terdepan lagi. (Foto: Albert Gea / Reuters)
Alcaniz - Hasil MotoGP Aragon menandai hasil terburuk Jorge Lorenzo di kelas primer. Pebalap Repsol Honda tersebut mengaku tidak tahu kapan bisa kembali bersaing lagi.

Lorenzo menyudahi balapan di Motorland de Aragon, Minggu (22/9/2019) di posisi ke-20. Start dari posisi ke-19, juara dunia lima kali tersebut melintasi garis finis dengan selisih 46 detik dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil sebagai pemenang.

Lorenzo mengakui bahwa performa buruknya dipengaruhi cedera tulang belakang yang belum lama ini dideritanya. Situasi tersebut kian menyulitkan pebalap Spanyol itu beradaptasi dengan motor Honda sejak hijrah dari Ducati pada akhir musim lalu.


"Sudah pasti aku tidak puas dengan hasilnya. Kecelakaan di musim panas berdampak besar terhadap kondisi fisikku. Tapi bahkan motornya tidak bekerja dengan sempurna. Hari ini aku tahu bahwa ada masalah di ban belakang, untuk itu kami mesti mencari solusinya. Kalau sukses, kami akan bisa kompetitif lagi," sahut Lorenzo usai balapan.

"Aku tidak tahu berapa lama lagi sebelum aku bisa bertarung dengan pebalap-pebalap terdepan lagi," dia mengatakan dikutip Speedweek. "Aku selalu memberikan kemampuan terbaikku. Tidak masalah apakah aku memimpin atau aku berada di posisi ke-20. Hal pentingnya adalah aku menuntaskan balapan."


Di sisi lain, Marquez tinggal selangkah lagi dari titel juara dunia kedelapan setelah unggul 98 poin dari rival terdekatnya Andrea Dovizioso. Titel juara dunia itu akan digenggam Marquez di Thailand dengan finis balapan seburuk-buruknya di posisi 14.

Lorenzo mengungkap, sukses Marquez tidak lepas dari dukungan penuh Honda. Meski dia juga berharap permintaannya dipenuhi di musim depan demi lebih kompetitif.

"Sejak Marc terjun ke kejuaraan MotoGP, selama itu Honda menyesuaikan motor dengan skill, tuntutan, dan gaya membalap dia. Marc kan membalap dengan sangat agresif karena motornya butuh tenaga yang besar. Sedangkan aku memiliki gaya membalap yang sepenuhnya berbeda sehingga tenaga motor terkadang terlalu besar untukku. Tapi aku yakin bahwa pabrikan Honda akan mampu memuaskan kedua pebalap timnya di musim depan," ujar mantan Yamaha dan Ducati itu.



Simak Video "Sah! Lorenzo Jadi Pebalap Penguji Yamaha di MotoGP 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com