detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 24 Mar 2020 08:10 WIB

Kalender MotoGP Dirusak Corona, Rossi: Tidak Wajib Gelar Semua Seri, Kok

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
DOHA, QATAR - FEBRUARY 24: Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team speaks  in box during the MotoGP Tests at Losail Circuit on February 24, 2020 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Valentino Rossi menilai menggelar seluruh balapan di musim 2020 tak terlalu esensial. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Kalender MotoGP 2020 dirusak oleh virus corona. Pebalap veteran Valentino Rossi menilai tak perlu memaksakan menggelar seluruh seri yang dijadwalkan.

MotoGP 2020 seharusnya sudah dimulai per 8 Maret lalu di Qatar. Tapi balapan kelas primer di sini dibatalkan karena pandemi corona, dengan hanya Moto2 dan Moto3 yang dilombakan.

Ancaman virus corona turut membuat beberapa seri tertunda. MotoGP Thailand diundur ke awal bulan Oktober, disusul penggeseran jadwal MotoGP Amerika Serikat dan MotoGP Argentina ke bulan November.

Jika tak ada halangan, MotoGP Spanyol di sirkuit Jerez akan jadi seri pertama di musim ini. 19 seri akan digelar hingga akhir November menyusul pergeseran beberapa seri tersebut.

Di tengah isu virus corona yang masih belum reda, muncul dua opsi untuk MotoGP. Yang pertama adalah mengurangi jumlah seri jika kasus ini tak kunjung membaik dalam waktu dekat.

Sementara yang kedua adalah menggelar dua balapan di satu akhir pekan pada sejumlah seri seperti di Superbike. Opsi ini bikin MotoGP tetap bisa menggelar banyak balapan tanpa terlalu menghabiskan waktu.

Jika harus memilih, Rossi merasa opsi pertama lebih masuk akal. Ia menilai dengan situasi saat ini, tidaklah wajib untuk menggelar seluruh balapan.

"Target tahun ini adalah untuk tetap menjalani balapan sebanyak mungkin. Dua balapan di akhir pekan seperti di Superbike? Itu sebuah ide, tapi Anda juga bisa membuat kejuaraan berisi 12-13 balapan," kata rider Monster Energy Yamaha tersebut.

"Memang ada tujuh balapan yang hilang, tapi format biasa dari MotoGP terjaga. Lagipula tidak esensial kok untuk menggelar seluruh 20 balapan GP," tambahnya seperti dikutip Crash.



Simak Video "Saat Rossi Geber Motocross Miliknya"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com