detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 02 Mei 2020 09:21 WIB

Bos Petronas Yamaha: Kalau MotoGP Kurang dari 10 Seri, Apa Gunanya?

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 30: Fabio Quartararo of France and Petronas Yamaha SRT leads the field during the MotoGP race during the MotoGP Netherlands - Race on June 30, 2019 in Assen, Netherlands. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Bos Petronas Yamaha berharap MotoGP 2020 digelar minimal 10 seri. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Pandemi virus Corona mengganggu agenda MotoGP 2020. Bos Petronas Yamaha Razlan Razali berharap setidaknya masih ada 10 balapan yang bisa digelar.

Pandemi COVID-19 membuat start MotoGP 2020 terus tertunda. Setelah seri pertama yakni MotoGP Qatar dibatalkan, sejumlah balapan lain juga mengalami pembatalan dan penundaan.

MotoGP Jerman, Belanda, dan Finlandia diputuskan batal pada 29 April lalu, setelah sempat dinyatakan ditunda. Sementara MotoGP Spanyol, Prancis, Italia, dan Catalunya sejauh ini statusnya masih ditangguhkan tanpa jadwal pengganti hingga kini.

MotoGP Republik Ceko pada 9 Agustus mendatang untuk sementara ditargetkan jadi seri pembuka. Namun hal tersebut juga masih menunggu perkembangan situasi.

Salah satu wacana yang muncul terkait penyelenggaraan dan upaya menuntaskan musim ini adalah menggelar balapan di Eropa saja dengan jumlah seri yang dikurangi. Idenya adalah 10-12 seri, yang menurut Kepala Tim Petronas Yamaha Razlan Razali masih masuk akal.

"Kami terus dipandu oleh keputusan-keputusan yang dibuat Dorna, FIM, dan IRTA dan saya rasa balapan minimal 10 seri itu masih jadi angka kredibel menimbang situasi sekarang," ungkapnya dikutip Crash.

"Tapi apapun di bawah jumlah tersebut rasanya tidak sepadan. Untuk seorang pebalap memenangi kejuaraan dengan kurang dari 10 balapan, 5-6 balapan, apa gunanya?" imbuhnya.

Meski demikian, sikap Razlan juga tak akan kaku. Ia siap menerima apapun keputusan dari pihak-pihak terkait mengingat keadaannya memang sangat sulit.

"Kalau Dorna, IRTA, dan FIM menyatakan akan ada kejuaraan dengan jumlah seri yang dikurangi, maka kita cuma perlu menerimanya. Itu masih tetap sebuah kejuaraan, yang valid dan legal dan kami bakal harus tampil baik dalam entah lima, 10 atau berapapun jumlah balapannya," tandasnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com