detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 22 Agu 2020 11:49 WIB

Valentino Rossi Sebut Rider Muda MotoGP Kian Agresif, Usul Begini

Kris Fathoni W - detikSport
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 14:  Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team speaks  in box during the MotoGP Of Austria - Free Practice at Red Bull Ring on August 14, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Valentino Rossi Sebut Rider Muda MotoGP Kian Agresif, Usul Begini. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Valentino Rossi menyebut para rider MotoGP saat ini kian agresif saja. Rider kawakan itu pun menegaskan perlu adanya regulasi lebih jelas dan sanksi tegas.

Opini Rossi itu terlontar seiring dengan dijatuhkannya hukuman start dari jalur pit (pit lane) buat Johann Zarco, yang dianggap bersalah dalam insiden horor dalam MotoGP Austria 2020 di Red Bull Ring pada akhir pekan lalu.

The Doctor, yang nyaris hampir jadi korban hantaman motor 'melayang' dalam insiden tersebut, menyebut bahwa paling tidak steward sudah memberikan keputusan atas kejadian itu. Ia juga mengungkap beratnya start dari pit lane.

"Panel steward menentukan hukuman tersebut, jadi itu keputusan mereka. Apapun, Anda kehilangan banyak waktu dengan start dari pit lane dalam balapan. Jadi mereka sudah melakukan sesuatu," kata Valentino Rossi seperti dilansir Crash.net.

Rider 41 tahun yang mulai turun di ajang balap motor grand prix sejak 1996 dan beraksi di kelas primer sedari tahun 2000 itu kemudian juga memberikan pandangannya terhadap aksi para rider muda yang disebutnya kian agresif saja.

"Sedari Moto3, para rider muda sudah sangat agresif. Jadi ini adalah sebuah eskalasi; (agresivitas) itu berlanjut ke Moto2 dan ketika tiba di MotoGP semuanya jadi sangat agresif," ujar pengguna nomor 46 itu.

"Ini sebenarnya wajar-wajar saja karena hal itu sebenarnya penting. Semua rider memberikan usaha semaksimal mungkin agar bisa tetap di depan, tapi saya terkadang merasa bahwa kita harus membuat peraturannya lebih jelas lagi. Jadi tak ada lagi rider yang memotong jalur balap rider lain ketika melakukan pengereman."

"(Harus ada) sesuatu yang lebih spesifik dari Race Direction. Seperti di Formula One. (Sanksi) lebih berat. Buat saya, itu adalah satu-satunya cara untuk meredam eskalasi (agresivitas) ini, yang menurut saya amat berbahaya," tutur Valentino Rossi.

(krs/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com