detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 29 Agu 2020 09:45 WIB

Ngeri! Ini Data Insiden Rem Blong Vinales di MotoGP Styria

Yanu Arifin - detikSport
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 15:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team prepares to start in box during the MotoGP Of Austria - Qualifying at Red Bull Ring on August 15, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Rider Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Spielberg -

Maverick Vinales mengalami insiden rem blong di MotoGP Styria 2020 akhir pekan lalu. Data kecelakaannya pun dirilis.

Vinales mengalami crash dalam balapan MotoGP seri kelima di Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Minggu (23/8). Rem motor YZR-M1 miliknya mendadak blong, saat hendak memasuki Turn 1 di lap ke-16.

Saat hendak berbelok, Vinales langsung melompat dari motornya. Tunggangannya sendiri tetap meluncur lurus, dan akhirnya menabrak pembatas sirkuit sampai terbakar. Beruntung, pebalap Monster Energy Yamaha itu tak mengalami cedera apapun dalam insidennya.

Alpinestars, pemasok livery yang dikenakan Vinales, mengunggah data benturan yang dialami sang pebalap. Diketahui, rider 25 tahun itu melompat dari motor yang sedang berada di kecepatan 218 km/jam.

Saat melompat dan menyentuh trek, tubuh Vinales punya kekuatan benturan mencapai 23,45 gaya gravitasi. Setelah kantung udara pada livery-nya mengembang, kekuatan benturannya berkurang menjadi 20 gaya gravitasi.

Sementara itu, Vinales sendiri sempat meluncur selama 4,8 detik di trek. Kemudian, mantan rider Suzuki Ecstar itu sempat terjungkal lagi selama 1,9 detik lagi hingga benar-benar berhenti dan bisa berdiri kembali.

Kecelakaan itu sendiri disebabkan karena Vinales tidak mengenakan perangkat rem khusus karena menyesuaikan tingkat kesulitannya sendiri di MotoGP Styria. Ia mengenakan perangkat rem yang standar.

"Kami memilih untuk menggunakan, sebut saja, sistem rem standar. Karena Brembo membawa evolusi dan Valentino (Rossi), Fabio (Quartararo) dan Franco (Morbidelli) menggunakan sistem ini," kata Direktur Tim Yamaha Massimo Meregalli di situs resmi MotoGP.

"Maverick tidak, karena Maverick tidak mengalami kenaikan suhu yang sangat tinggi seperti pebalap lain akhir pekan lalu. Saat mencobanya, dia pun tidak merasakan sensasi yang dicarinya."

"Jadi karena alasan itu, kami tetap menggunakan sistem konvensional. Mungkin karena dia berada di belakang rider lain, dia tidak bisa mendinginkan sistem dan setelah lap kelima, dia merasakan sesuatu tetapi berusaha mengaturnya. Sayangnya, yang terjadi ya begitu. Tapi untungnya, dia baik-baik saja dan itu yang terpenting," kata Meregalli.



Simak Video "Naik Turun Performa Maverick Vinales"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com