detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 14 Sep 2020 16:10 WIB

Meski Puncaki Klasemen MotoGP, Dovizioso Frustrasi

Okdwitya Karina Sari - detikSport
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 13: Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team rounds the bend during the MotoGP Race during the MotoGP Of San Marino - Race at Misano World Circuit on September 13, 2020 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Andrea Dovizioso frustrasi dengan kecepatannya meski memimpin klasemen MotoGP usai balapan di San Marino. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Misano -

Andrea Dovizioso sukses mengambil alih pimpinan klasemen usai MotoGP San Marino. Meski demikian, Dovizioso merasa frustrasi karena kecepatannya.

Pebalap Ducati itu hanya finis ketujuh pada balapan di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2020). Start dari posisi kesembilan, Dovizioso melewati chequered flag dengan selisih 10,358 detik dari Franco Morbidelli yang tampil sebagai pemenang.

Hasil balapan menegaskan 'penderitaan' Dovizioso di sepanjang akhir pekan ini. Dovizioso tidak pernah kompetitif bahkan sejak latihan bebas setelah cuma menjadi pebalap tercepat kesepuluh dalam sesi gabungan.

Kendati demikian, sembilan poin yang dikantongi Dovizioso sudah cukup membuat dia memuncaki klasemen sementara MotoGP. Pebalap Italia itu kini mengoleksi 76 poin, unggul enam poin dari Fabio Quartararo yang terpaksa harus retired usai jatuh dua kali di tengah balapan.

Dovizoso tidak puas karena inkonsisten. Terlepas dari suksesnya naik podium dua kali (sekali juara), pebalap berusia 34 tahun itu cuma mencatatkan finis terbaik di posisi kelima dalam empat balapan lainnya.

"Masalahku itu kecepatan. Selama karierku aku adalah seorang pebalap yang sangat konsisten, jadi di situasi seperti ini, aku tidak akan terganggu kalau kami kencang di saat yang seharusnya. Tapi sekarang aku tidak begitu dan ini menggangguku," cetus Dovizioso di GPOne.

"Ini bukan soal karena tidak ada Marquez, yang sudah mendominasi beberapa tahun terakhir sehingga sekarang banyak pebalap yang menang. Sebaliknya, ini kan seharusnya menjadi salah satu kekuatanku karena ketika banyak pebalap menang, aku biasanya juga ada di sana."

"Tapi kan tidak, dan kami perlu meningkat, kalau tidak kami akan kesulitan bersaing untuk merebut gelar juara dunia. Dengan kecepatan seperti ini tidak akan cukup sampai akhir musim untuk memenangi kejuaraan," Dovizioso menambahkan.



Simak Video "Rossi Bakal Putuskan Pensiun Usai MotoGP San Marino?"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com