detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 24 Sep 2020 13:11 WIB

MotoGP Catalunya: Quartararo Sulit Menang jika Tak Pimpin Balapan

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Petronas Yamaha SRTs French rider Fabio Quartararo steers his bike during the Emilia Romagna MotoGP Grand Prix at the Misano World Circuit Marco Simoncelli on September 20, 2020. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) Jelang MotoGP Catalunya, Fabio Quartararo mengaku akan sulit memenangi balapan kalau tidak berada di posisi depan. (Foto: AFP/ANDREAS SOLARO)
Montmelo -

Fabio Quartararo memang optimistis di MotoGP Catalunya. Namun, Quartararo mengatakan, dirinya mesti memimpin balapan sedari awal untuk bisa menang.

Yamaha sudah mengantongi empat kemenangan dalam tujuh seri pertama di MotoGP 2020. Dua kemenangan direbut Quartararo di Jerez, Franco Morbidelli menjuarai MotoGP San Marino, dan yang terakhir Maverick Vinales berjaya di Emilia Romagna.

Meski demikian, ada kekhawatiran yang menyelimuti Yamaha untuk menjalani sisa kejuaraan. Keempat kemenangan tersebut diperoleh setelah ketiga pebalapnya menjalani start bagus kemudian mempertahankannya di sepanjang balapan.

Yamaha bahkan sempat mengalami masalah teknis sehingga menyebabkan Quartararo, Morbidelli, dan Vinales retired. Sedangkan di Misano, Quartararo kesulitan melewati rider KTM Pol Espargaro di sebagian besar balapan sebelum akhirnya melewati rivalnya itu di lap-lap terakhir.

Di sisi lain, rider Suzuki Joan Mir tampil sensasional. Meski start dari posisi 11, Mir berhasil menyalip rider-rider di depannya termasuk Quartararo untuk finis di posisi kedua, podium ketiganya di musim ini setelah menjadi runner-up di Austria dan finis ketiga di San Marino.

Quartararo memiliki jejak rekam yang menjanjikan di MotoGP Catalunya karena di musim lalu dia berhasil finis kedua di belakang Marc Marquez. Namun, pada akhir pekan nanti Quartararo ragu bisa mengulang hasil serupa seandainya gagal start dari baris depan.

"Kami sangat kesulitan menyalip pebalap-pebalap lain, dan kalau Anda tidak melakukan seperti yang dilakukan Maverick [memimpin dari start], sulit untuk memenangi balapan," aku Quartararo dikutip Autosport.

"Aku memenangi dua balapan seperti ini, seperti halnya Franco, dan Maverick. Jadi, ketika Anda di belakang pebalap lain yang memiliki mesin yang jauh lebih kuat daripada Anda, Anda tidak akan terlalu bisa melakukan yang lebih baik."

"Jadi senang untuk Maverick karena dia pantas mendapatkannya," sambung pebalap Prancis itu.

"Kita lihat di Barcelona, itu adalah sirkuit yang kusukai tapi memiliki lintasan lurus sepanjang 1 kilometer, jadi aku tidak tahu apa yang mesti kupikirkan tentang hal itu. Tapi itu adalah balapan yang betul-betul kunantikan karena kupikir di situlah kami bisa mendapatkan sesuatu yang sangat bagus," ujar Quartararo menjelang MotoGP Catalunya.

(rin/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com