detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 24 Sep 2020 18:07 WIB

Motornya Honda Cuma untuk Marc Marquez? Begini Respons MM93

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Repsol Honda Teams Spanish rider Marc Marquez takes part in the fourth MotoGP free practice session of the Andalucia Grand Prix at the Jerez race track in Jerez de la Frontera on July 25, 2020. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) Marc Marquez menjawab tudingan motor Honda dibangun untuk dia. (Foto: AFP/JAVIER SORIANO)
Jakarta -

Marc Marquez membantah anggapan yang menyebut, motor Honda didesain untuk dirinya. Marquez bisa sangat kencang karena menyesuaikan diri dengan karakter motor.

Menunggangi RC213V, pebalap Spanyol itu mendulang sukses besar. Marquez memenangi 56 dari 128 balapan yang diikutinya untuk merebut enam titel juara dunia MotoGP.

Kedidayaan Marquez di atas motor Honda terlihat jelas pada musim lalu. Marquez menjadi kampiun di 12 dari 18 seri dan tidak pernah finis lebih buruk daripada posisi kedua. Pebalap berusia 27 tahun itu menyudahi dengan total 420 poin, yang menjadi rekor poin baru.

Namun, ada anggapan miring di balik sukses besar Marquez, seiring kegagalan pebalap-pebalap macam Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Muncul asumsi bahwa motor Honda memang dibangun untuk Marquez.

Anggapan tersebut bisa jadi benar adanya melihat fakta di MotoGP 2020, ketika Marquez absen panjang akibat patah tulang lengan. Tidak ada satupun rider Honda yang mampu finis podium di tujuh balapan pertama, alih-alih meraih kemenangan. Bahkan tandem Marquez sekaligus adiknya sendiri, Alex Marquez, mentok finis ketujuh, yang dicapai sekali di Emilia Romagna.

"Maksudku tentu saja sebuah motor MotoGP tetaplah motor MotoGP. Maksudku setiap motor MotoGP itu punya karakter yang berbeda-beda dan kemudian si pebalap harus beradaptasi dengan motornya," kata Marquez dilansir The Race.

"Honda punya filosofi ini selama bertahun-tahun di kelas 500cc dan kelas MotoGP. Contohnya, ketika aku bicara dengan (Mick) Doohan, dengan (Alex) Criville, filosofinya sama kok. Honda punya motor yang bagus, tapi Anda mesti 100 persen fit, Anda perlu sangat memaksa motornya tapi ketika Anda sudah nyetel dengan motornya, Anda bisa sangat kencang. Kemudian ketika aku membaca 'tidak motornya cuma dibuat untuk gaya Marquez dan bla bla', tidak seperti itu kok."

"Maksudku kami punya tiga motor resmi di lintasan. Tahun lalu itu aku, Lorenzo, dan Crutchlow dan seluruh pebalap punya komentar yang sama. Hal lain kalau satu pebalap lebih kencang atau lebih lamat. Tapi aku lah yang pertama yang menginginkan sebuah motor yang kencang sekaligus yang lebih mudah untukku."

"Namun, tidak seperti itu, ini adalah sebuah motor yang kompetitif dan di balapan terakhir misalnya, mereka finis P6 dengan Nakagami dan P7 dengan pebalap rookie, Alex. Jadi ini kan motor yang bagus, punya potensi tapi kalau Anda memahami motornya, Anda memang mesti berkali-kali jatuh, tapi Anda akan memahaminya," simpul Marc Marquez.

(rin/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com