detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 15 Okt 2020 09:59 WIB

Curhat Andrea Iannone Jalani Hukuman Tak Boleh Balapan

Yanu Arifin - detikSport
ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 22: Andrea Iannone of Italy and Aprilia Racing Team Gresini  prepares to start on the grid during the MOtoGP race during the MotoGp of Aragon - Race on September 22, 2019 in Alcaniz, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Andrea Iannone. (Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images)
Milan -

Andrea Iannone sudah hampir setahun dihukum larangan balapan di MotoGP. Rider Aprilia itu mengaku merasa seperti diculik.

Iannone tersandung kasus penggunaan steroid di MotoGP. Pebalap Italia itu disebut menggunakannya di MotoGP Malaysia tahun lalu.

Setelah menjalani tes, Iannone disebut terbukti menggunakannya. Alhasil, eks pebalap Ducati itu dihukum larangan balapan 18 bulan.

Iannone sendiri sedang mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), karena merasa tidak menggunakan steroid tersebut. Pada Kamis (15/20/2020), CAS akan memberikan putusan bandingnya.

"Ini adalah hari terpenting dalam hidup saya. Saya tidak pernah menyangka mengalami situasi ini. Hari ini saya menderita, tetapi pada saat yang sama, saya menjadi lebih dewasa dan sadar," kata Iannone kepada GP One.

"Periode ini banyak memberi pelajaran, sehingga dalam hidup semuanya tidak dapat diprediksi dan sulit untuk dihitung. Hari ini, jika saya mendengar orang mengeluh tentang hal-hal yang tidak berguna, saya katakan kepada mereka untuk belajar menghargai hal-hal yang mereka miliki."

"Hidup saya telah berubah. Dari satu hari ke hari berikutnya, saya mendapati diri saya tidak bisa melakukan apa yang selalu saya lakukan, bukanlah pilihan saya sendiri. Saya tidak menginginkan ini terjadi pada siapa pun," ucanya.

Iannone sendiri mengungkap bagaimana rasanya tidak balapan di MotoGP 2020. Pebalap 31 tahun itu mengaku rasanya seperti diculik.

"Saya merasa diculik, seolah-olah hidup saya telah dicuri. Tugas saya adalah mengikuti aturan, dan berharap keadilan berjalan dengan sendirinya," katanya.

Selain Iannone, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) juga mengajukan banding kepada hukuman tersebut. Mereka bahkan meminta Iannone dihukum 4 tahun larangan balapan. Putusannya itu juga akan diumumkan CAS pada Kamis.

(yna/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com