detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Okt 2020 05:00 WIB

Quartararo: Tekanan Juara MotoGP 2020 Ada di Pebalap-pebalap Pabrikan

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Petronas Yamaha SRT French driver Fabio Quartararo rides during the second MotoGP free practice session of the Moto Grand Prix of Aragon at the Motorland circuit in Alcaniz on October 16, 2020. (Photo by JOSE JORDAN / AFP) Fabio Quartararo mengatakan, tekanan menjuarai MotoGP 2020 ada di pebalap-pebalap pabrikan. (Foto: AFP/JOSE JORDAN)
Alcaniz -

Fabio Quartararo baru saja lengser dari puncak klasemen. Dia mengatakan, tekanan menjuarai MotoGP 2020 bukan pada dirinya, melainkan rider-rider pabrikan.

Pebalap Petronas SRT itu menjalani balapan mimpi buruk di Aragon, Minggu (18/10/2020). Meski start terdepan, Quartararo perlahan-lahan memudar sebelum menyudahi di posisi 18, finis terburuknya sejak debut di kelas premier pada tahun lalu.

Balapan itu sendiri dimenangi oleh rider Suzuki Alex Rins, disusul Alex Marquez (Repsol Honda), dan Joan Mir (Suzuki) di podium ketiga. Belakangan diketahui bahwa penyebab Quartararo gagal kompetitif berkaitan dengan tekanan ban motornya.

Dengan demikian, Quartararo tergusur dari puncak klasemen sementara MotoGP. Quartararo kini menempati peringkat kedua dengan 115 poin, terpaut enam poin dari Mir di posisi teratas tapi unggul 12 poin dari Maverick Vinales (3), dan sembilan poin dari Andrea Dovizioso (4).

Menuju empat balapan terakhir, kejuaraan MotoGP 2020 semakin tidak terprediksi. Meski demikian, Quartararo mengungkapkan, hasil mengecewakan di Aragon tidak menambah tekanan dia dalam persaingan gelar juara karena bukan pebalap tim pabrikan.

"Sudah pasti, aku sangat gembira [Alex] Rins menang, [Danilo] Petrucci di Le Mans," jawab Quartararo saat ditanya apakah dia lega karena pebalap-pebalap yang bukan rival utamanya justru memenangi balapan akhir-akhir ini. "Namun akhirnya yang penting adalah hasil kami sendiri."

"Hari ini merupakan hari bencana, tapi aku sedih mengatakannya tapi akan lebih buruk kalau Mir yang menang, Maverick kedua, Dovi ketiga," ungkap Quartararo di Motorsport.

"Tapi kami perlu memikirkan tentang sisi positif kecil dan sisi positif kami hari ini adalah dua Alex [Rins dan Marquez] finis di depan Joan. Tapi pada akhirnya, tekanannya bukan ada di aku."

"Tadinya aku memimpin klasemen, tapi tim kan baru lahir pada tahun lalu, ini tahun keduaku dan aku tidak ada di tim pabrikan. Pada akhirnya, tekanannya ada di pebalap-pebalap pabrikan. Jadi aku merasa baik. Hanya sebuah balapan yang berat saja dengan sebuah masalah teknik, tapi aku baik-baik saja," imbuh Quartararo.



Simak Video "Start Terdepan, Quartararo Kok Melorot Jauh ke Belakang?"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com