detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 22 Okt 2020 00:05 WIB

Stoner: Rossi 'Si Pembunuh' Rayakan Finis Lima Besar Seperti Kemenangan

Okdwitya Karina Sari - detikSport
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 26: Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team celebrates the third place at the end of the MotoGP qualifying practice during qualifying for the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 26, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Casey Stoner menilai Valentino Rossi tidak seharusnya merayakan finis kelima seperti memenangi balapan. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Mantan juara dunia MotoGP Casey Stoner mengomentari keputusan Valentino Rossi terus balapan sampai 2021. Stoner mengaku sedih dengan situasi the Doctor. Kenapa?

Performa juara dunia sembilan kali itu memang sudah menurun. Rossi naik podium pertamanya dalam 18 balapan setelah finis ketiga di seri Andalusia. Sedangkan kemenangan terakhirnya diraih tiga tahun lalu di Assen, Belanda.

Untuk alasan itulah Yamaha memutuskan tidak memperpanjang kontrak Rossi. Setelah sempat dispekulasikan akan pensiun, pebalap berusia 41 tahun ini akhirnya setuju bergabung dengan tim satelit Yamaha, Petronas SRT untuk musim depan.

Semasa masih aktif membalap, Casey Stoner merupakan salah satu rival berat Valentino Rossi. Juara dunia MotoGP dua kali tersebut menyambut hangat kelanjutan karier Rossi, meskipun tidak terlalu suka dengan kesulitan yang dialami eks rivalnya itu.

Stoner sedih karena Valentino Rossi tidak seharusnya merayakan finis lima besar di sebuah balapan. Bagaimanapun, Rossi merupakan pebalap yang terbiasa dengan kemenangan.

"Kupikir semuanya tergantung pada Valentino; kalau dia masih menikmati olahraga ini dan menjaga kecepatannya maka baguslah," Stoner mengatakan kepada Motorsport. "Sangat sulit untuk mengetahui jalan pikiran orang lain."

"Bagiku, ketika aku masih bersaing melawan Valentino, dia itu seorang pemenang, seorang pembunuh. Dia melakukan segalanya yang memungkinkan untuk memenangi banyak balapan."

"Sekarang, bagaimanapun, sebuah finis lima besar atau sebuah podium seperti sebuah kemenangan untuk dia dan ini merupakan hal yang menyedihkan untukku. Dia kan dulunya melakukan segalanya untuk menang dan sekarang sepertinya dia sulit untuk menang," simpul mantan pebalap Ducati dan Honda ini.

(rin/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com