detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 27 Okt 2020 20:39 WIB

Usai Race Aragon, Paddock MotoGP Dapat Teguran Terkait COVID-19

Kris Fathoni W - detikSport
ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 21:  A general view of the stone wall at turn 13 during previews for the MotoGP of Aragon at Motorland Aragon Circuit on September 21, 2017 in Alcaniz, Spain.  (Photo by Dan Istitene/Getty Images) Ilustrasi sirkuit Aragon. (Foto: Getty Images/Dan Istitene)
Jakarta -

Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) mengirimkan surat kepada penghuni paddock MotoGP, terkait indikasi pelanggaran protokol pencegahan COVID-19.

Seperti dilansir Autosport dan FoxNews, penyelenggaraan MotoGP 2020 sejatinya sudah berjalan di bawah protokol ketat untuk mencegah COVID-19. Termasuk jumlah anggota paddock lebih sedikit, tes rutin, dan sistem 'bubble' untuk meminimalisir interaksi.

Sebagai bagian dari protokol kesehatan di Aragon, yang menjadi sirkuit dua race berturut-turut di bulan Oktober, Dorna pun minta seluruh personel untuk tetap di 'bubble'-nya, sirkuit/hotel, sepanjang keseluruhan dua seri. Izin untuk bepergian baru akan diberikan jika memang ada alasan yang teramat penting untuk melakukannya.

Namun, sejumlah rider lantas kedapatan meninggalkan 'bubble' mereka itu di antara MotoGP Aragon 2020 dan MotoGP Teruel 2020, dua seri balap MotoGP 2020 yang sama-sama dihelat di Aragon.

Padahal, menjelang MotoGP Aragon kali ini rider kawakan Valentino Rossi sudah positif COVID-19 setelah pulang ke Italia usai race di Le Mans. Ada pula rider Moto3 Tony Arbolino yang terpaksa absen di seri pertama Aragon lantaran duduk di samping seseorang yang positif virus Corona ketika naik pesawat ke Italia.

Selain itu rider Moto3 lain, Riccardo Rossi, absen di grand prix Teruel setelah terjangkit virus tersebut. Sebelumnya juga ada rider Moto2 Jorge Martin yang absen di dua seri Misano setelah dinyatakan positif COVID-19.

Tak cuma rider, sejak awal musim ini hasil tes COVID-19 terhadap sejumlah personel dari tim-tim di paddock juga sudah memperlihatkan hasil positif. Itu mengapa pemberlakukan protokol dan pencegahan jadi aspek krusial.

Sehubungan dengan itulah para rider disebut telah mendapatkan teguran dalam sepucuk surat. Isinya adalah ungkapan kekecewaan IRTA dan Dorna ke personel di paddock yang dianggap sudah melanggar prosedur di antara kedua seri di Aragon lalu.

Disebutkan dalam petikan surat itu, dengan prosedur dan protokol yang diterapkan saat ini, paddock MotoGP boleh jadi memiliki risiko infeksi COVID-19 yang minimal tapi "risiko terbesar datang dari individu-individu yang terjangkit virus tersebut di rumah mereka atau dalam perjalanannya."

Untuk itu IRTA mewanti-wanti agar personel paddock benar-benar menaati protokol dan prosedur di tiga seri sisa MotoGP 2020. Selain itu, diberikan pula teguran terhadap indikasi pelanggaran yang tertangkap kamera di boks pit.

"Sejumlah orang mulai terlihat kelewat santai dengan tindakan pencegahan yang diperlukan di paddock dan boks pit. Di TV dan media sosial bermunculan adegan-adegan staf merayakan bersama rider tanpa mengenakan masker."

"Jika kita ingin terus diberi izin melanjutkan gelaran ini, kita harus memperlihatkan ke dunia luar bahwa kita semua menghormati kondisi yang sudah disepakati sebelumnya demi mendapatkan izin," tegas IRTA dalam surat tersebut.

(krs/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com