Ayah Lorenzo: Dovizioso akan Dikenal Bukan Sebagai Juara MotoGP

Bayu Baskoro - Sport
Rabu, 23 Des 2020 22:20 WIB
PHILLIP ISLAND, AUSTRALIA - OCTOBER 26: Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team looks on during the press conference at the end of the MotoGP of Australia - Qualifying for the 2019 MotoGP of Australia at Phillip Island Grand Prix Circuit on October 26, 2019 in Phillip Island, Australia. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Andrea Dovizioso dikritik oleh Chicho Lorenzo usai gagal juara di MotoGP 2020. (Foto: Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, memberikan komentar pedas ke eks rider Ducati, Andrea Dovizioso. Dia menilai Dovi gagal memanfaatkan peluang meraih juara.

Dovizioso gagal merengkuh titel juara MotoGP 2020. Pebalap Italia itu hanya mampu finis di urutan keempat klasemen akhir dengan 135 poin, tertinggal 36 angka dari Joan Mir yang keluar sebagai jawara.

Hasil tersebut jelas mengecewakan Dovizioso, mengingat dirinya sempat dijagokan menjadi juara di musim 2020. Prediksi itu semakin kuat dengan absennya Marc Marquez selepas cedera parah di race pertama.

Namun pada akhirnya, prediksi tersebut meleset setelah Andrea Dovizioso hanya bisa naik podium dua kali saja dalam 14 balapan. Mimpi pria 34 tahun itu untuk meraih titel juara dunia pertamanya pun sirna.

Kegagalan Dovizioso memanfaatkan momen absennya Marquez di MotoGP 2020 mendapat kritikan dari Chicho Lorenzo. Pria yang kini aktif sebagai pengamat MotoGP itu menuding Dovi kurang cerdas dan tak mampu memaksimalkan motor Desmosedeci di lintasan.

Dalam pandangan Chico, Ducati sudah cukup kompetitif sejak Luigi 'Gigi' Dall'Igna menjadi General Manager Ducati pada 2013. Meski begitu, Dovizioso tetap saja tak mampu merebut titel juara selama tujuh tahun berkarier bersama Ducati.

SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 15: Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team returns in box during the MotoGP Of Austria - Qualifying at Red Bull Ring on August 15, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Prestasi tertinggi Andrea Dovizioso yakni runner-up MotoGP di musim 2017, 2018 dan 2019. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)

"Sejak Dall'Igna bergabung dengan Ducati, motornya sudah mulai bekerja untuk memenangkan balapan. Dovizioso menang race dengan Ducati yang dia bantu kembangkan, tetapi Dall'Igna-lah yang mengarahkan semua pengembangan," kata Chicho Lorenzo, dikutip dari Corriere dello Sport.

"Siapakah yang kurang cerdas dari keduanya? Saya pikir Dovizioso. Pada akhirnya, dia akan tercatat sejarah sebagai pebalap yang telah beberapa kali menjadi runner-up tetapi tidak menjadi juara saat dirinya memiliki kesempatan," sambungnya.

"Saya pikir Dovizioso adalah yang paling tidak cerdas di sini. Saya tidak akan menyalahkan Dall'Igna. Jelas kalau Dovizioso tidak termotivasi setiap musimnya," tutupnya soal Andrea Dovizioso.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/yna)