detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 10 Feb 2021 16:15 WIB

Rossi: Yamaha Keliru karena Buru-buru Tentukan Pebalap untuk 2021

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Monster Energy Yamahas Italian rider Valentino Rossi rides during the fourth free practice session of the MotoGP race of the European Grand Prix at the Ricardo Tormo circuit in Valencia on November 7, 2020. (Photo by JOSE JORDAN / AFP) Valentino Rossi menilai Yamaha sudah keliru karena buru-buru merekrut Fabio Quartararo dan memperpanjang kontrak Maverick Vinales. (Foto: AFP/JOSE JORDAN)
Tavullia -

Yamaha menentukan line-up pebalapnya untuk MotoGP 2021 bahkan sebelum musim lalu bergulir. Menurut Valentino Rossi, itu adalah langkah yang keliru.

Pada Januari 2020, pabrikan Jepang itu mengumumkan mendepak Valentino Rossi dengan merekrut Fabio Quartararo. Keputusan itu langsung diikuti dengan perpanjangan kontrak Maverick Vinales sampai 2022.

Yamaha mesti melepas Rossi setelah 15 musim bekerja sama. Yamaha butuh perubahan karena performa the Doctor semakin menurun, terlebih setelah hanya sekali naik podium dalam 18 balapan usai finis ketiga di Andalusia.

Rossi sendiri sempat diisukan akan pensiun mengingat usianya yang sudah melebihi 40 tahun. Namun, pada akhirnya juara dunia sembilan kali itu menyeberang ke tim satelit Yamaha, Petronas SRT, untuk berduet dengan Franco Morbidelli.

Valentino Rossi meyakini Yamaha terlalu terburu-buru saat memutuskan merekrut Vinales dan Quartararo. Kendati begitu, mantan pebalap Honda dan Ducati ini percaya duet Vinales-Quartararo akan berhasil di MotoGP 2021.

"Yamaha menentukan pebalap untuk 2021 sebelum musim 2020 dimulai. Itu sebuah kesalahan, menurut pendapatku," ucap Rossi kepada Corriere della Serra, yang dikutip GPOne.

"Itu kan kebiasaan di MotoGP. Kami seharusnya menunggu setidaknya sampai beberapa balapan. Bagaimanapun, Quartararo masih menjanjikan dan Vinales, sekalipun dengan naik-turunnya, tetap sangat tangguh. Mereka akan sukses, aku yakin sih."

Bersama Petronas SRT, Rossi akan mencoba kembali meraih titel juara dunia kesepuluh. Namun, Rossi mesti mulai menang lagi, hasil yang terakhir kali dicapainya di Assen, Belanda pada 2017.

"Juara itu sangat sulit karena level para pebalap sekarang sangat tinggi. Aku pernah memiliki paling tidak tiga kesempatan dalam beberapa tahun terakhir, kami pernah nyaris juara, terlalu sering jatuh dan kami sering menderita masalah teknis," imbuh Valentino Rossi.



Simak Video "Rossi Dipastikan Ikut Balapan di MotoGP Valencia Usai Negatif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com