detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 19 Apr 2021 14:00 WIB

Di Balik 'Siuuu' Fabio Quartararo ala Cristiano Ronaldo

Kris Fathoni W - detikSport
Jakarta -

Fabio Quartararo meniru gaya Cristiano Ronaldo usai meraih kemenangan di MotoGP Portugal 2021. Quartararo pun menjelaskan kenapa selebrasi 'siuuu' ia lakukan.

Rider Prancis itu menjadi yang pertama melintasi garis finis dalam race di Portimao pada hari Minggu (18/4) malam WIB. Yang menarik, setelah itu Quartararo merayakan kemenangan lewat selebrasi 'siuuu' yang biasa dilakukan Cristiano Ronaldo usai bikin gol.

Setelah turun dari motor, Fabio Quartararo melompat udara dan kemudian mendarat dengan dua tangan dihempaskan ke masing-masing sisi tubuhnya. Jika helmnya dilepas, mungkin akan terdengar pula ia berteriak 'siuuu' seperti yang biasa dilakukan Cristiano Ronaldo.

Hal itu dilakukan Fabio Quartararo bukan tanpa alasan. Selain karena seri ketiga MotoGP 2021 itu dilangsungkan di negaranya Cristiano Ronaldo, ia pun mengaku amat mengidolakan si pesepakbola yang kini merumput di Italia bersama Juventus.

Banner MotoGP Portugal

"Ia adalah idolaku. Aku harap ia melihat perayaanku," ujar Quartararo kepada SportTV, yang dilansir Record, mengenai perayaannya meniru gaya Cristiano Ronaldo.

"Aku mengira itu adalah waktu yag tepat untuk melakukannya. Itu memang sudah direncanakan. Ia adalah salah satu idolaku, aku banyak mendapat inspirasi dari dirinya. Aku amat gembira bisa melakukan selebrasi itu," imbuhnya.

Fabio Quartararo kini sudah meraih dua kemenangan dari tiga seri awal balapan di MotoGP 2021. Sebelum di Portimao, ia juga naik podium teratas di MotoGP Doha 2021.

Dengan dua kemenangan itu, plus hasil dari finis kelima di seri pembuka, Fabio Quartararo kini bertengger di posisi teratas puncak klasemen MotoGP 2021 untuk sementara lewat raihan 61 poin. Ia unggul 15 poin dari Francesco Bagnaia, rival terdekatnya.

Tantangan buat Fabio Quartararo kini adalah melanjutkan tren positif tersebut sepanjang musim, bukan cuma di seri-seri awal. Ini berkaitan dengan fakta bahwa musim lalu ia pun mampu merangkai dua kemenangan di seri pertama dan kedua, tapi perlahan-lahan tergelincir dari persaingan memperebutkan gelar juara dunia sampai akhirnya harus puas finis di posisi ke-8 klasemen akhir.

(krs/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com