Disanksi gegara Ritsleting, Fabio Quartararo Komentar Begini

Okdwitya Karina Sari - Sport
Selasa, 08 Jun 2021 19:00 WIB
BARCELONA, SPAIN - JUNE 06: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team leads the field during the MotoGP race during the MotoGP of Catalunya - Race at Circuit de Barcelona-Catalunya on June 06, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Fabio Quartararo Akui Layak Didiskualifikasi di MotoGP Catalunya karena baju balapnya terbuka saat berlomba. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp_
Montmelo -

Fabio Quartararo mengaku pantas jika menerima black flag di MotoGP Catalunya. Rider Yamaha itu berlomba dengan ritsleting kostum balap yang terbuka.

Quartararo dijatuhi hukuman dua kali pada balapan di Sirkuit Catalunya, Minggu (6/6/2021). Yang pertama, pebalap Prancis itu diganjar penalti tiga detik karena tidak kehilangan waktu sedetik usai 'mengambil jalan pintas' di tikungan kedua.

Setelahnya, penalti kedua didapatkan Quartararo usai balapan karena membuang pelindung dada dan membiarkan baju balapnya terbuka pada lima putaran terakhir. Karena itu artinya melanggar peraturan, Quartararo dianggap layak dikibari bendera hitam alias diskualifikasi.

Tapi toh pada prosesnya, Fabio Quartararo 'hanya' dijatuhi penalti tiga detik lagi. Itu artinya Quartararo finis keenam, turun tiga peringkat dari urutan aslinya.

Pebalap berusia 22 tahun itu mempertanyakan hukuman pertamanya. Sekalipun tetap bersyukur karena urung didiskualifikasi karena malfungsi baju balap.

"Kupikir melihat pada apa yang terjadi... sulit mengakuinya, tapi menurutku, insiden itu layak diganjar diskualifikasi," ungkap Quartararo dikutip Crash.

"Memang benar aku membahayakan diriku sendiri, dan juga dengan apa yang terjadi pada pekan lalu [pada Jason Dupasquier], itu [diskualifikasi] akan menjadi hal yang tepat."

"Satu-satunya penalti yang tidak kuterima adalah jalan pintas, karena kurasa itu tidak adil. Aku bahkan kehilangan 0,7 detik tapi seandainya aku kehilangan satu detik, penaltinya tidak ada. Dan bagaimana bisa aku tahu di atas motor bahwa aku cuma kehilangan 0,7 detik bukan satu detik?"

"Jadi itu sedikit bodoh. Tapi aku akui penalti keduanya [ritsleting di kostum balap]. Aku sudah pasti marah, tapi maksudku, lebih baik mendapatkan hasil ini sih ketimbang nol poin," Quartararo menambahkan.

(rin/krs)