Soal Marc Marquez Sering Jatuh, Dia kan Tak Punya Kekuatan Super!

Okdwitya Karina Sari - Sport
Rabu, 09 Jun 2021 20:30 WIB
Honda Spanish rider Marc Marquez rides during the second MotoGP free practice session of the Moto Grand Prix de Catalunya at the Circuit de Catalunya on June 4, 2021 in Montmelo on the outskirts of Barcelona. (Photo by LLUIS GENE / AFP)
Marquez Dibela dari kritik usai jatuh lagi di MotoGP Catalunya (Foto: AFP/LLUIS GENE)
Jakarta -

Mantan pebalap MotoGP Marco Lucchinelli membela Marc Marquez dari kritik usai jatuh di MotoGP Catalunya. Marquez belum maksimal karena kondisinya belum 100%.

Pebalap Repsol Honda itu sesungguhnya tampil menjanjikan dalam balapan di Montmelo, Minggu (6/6). Start dari urutan 13, Marquez melesat untuk menempati peringkat keenam setelah lima putaran awal.

Sial bagi Marquez, pada putaran ketujuh dia jatuh di Tikungan 10. Padahal juara delapan kali itu sedang bersaing dengan Aleix Espargaro dan Johann Zarco yang berada di depannya. Pada prosesnya, Marquez tak sanggup melanjutkan balapan untuk ketiga kalinya berturut-turut usai sebelumnya bernasib serupa di Le Mans, dan Mugello.

Tikungan 10 kembali 'meminta' korban. Kali ini Valentino Rossi yang jatuh setelah melahap 15 putaran. Rossi berarti sudah empat kali gagal mengantongi poin dalam tujuh balapan di 2021.

Atas insiden itu, Marquez menghadapi berbagai kritik. Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan rider Spanyol itu dalam mengambil risiko mengingat dia belum lama sembuh dari patah tulang yang memaksanya absen panjang.

Lucchinelli mengatakan, Marquez sudah pasti tidak akan lantas top lagi seperti dulu. Menurut mantan pebalap yang aktif di era 70-80an itu, hasil kurang sip yang didapatkan Marquez masih bisa diterima.

"Di Grand Prix Catalunya, Marquez berjarak 50 meter dari posisi pertama sampai dia jatuh. Perbedaannya ada, jatuh karena ingin terus membuntuti pebalap-pebalap juara, untuk membuktikan. Valentino jatuh di akhir untuk bersaing dengan Lecouna dan adiknya. Itu perbedaannya," kata Lucchinelli kepada Mow, yang diwartakan Motosan.

"Marquez balapan setelah setahun absen, dia tidak mengembangkan motornya, lalu apa yang Anda inginkan sih? Keajaiban? Toh dia sedang melakukannya, dia mengambil risiko, dia jatuh karena mentalitasnya masih sama seperti sebelumnya. Dia tidak punya kekuatan super."

"Dia masih belum nyaman dengan kondisi lengannya dan dia sedang berusaha keras. Mereka yang mengkritik dia dan ingin agar dia berhenti mengambil risiko artinya mereka tidak memahami usaha dan mereka bukan atlet!" sembur Lucchinelli membela Marc Marquez.

(rin/krs)