Maverick Vinales Minta Maaf Usai Diskorsing Yamaha

Adhi Prasetya - Sport
Minggu, 15 Agu 2021 09:16 WIB
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 13: Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team looks on on the service road during the MotoGP free practice 1 during the MotoGP of Austria - Free Practice at Red Bull Ring on August 13, 2021 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Vinales hanya memantau latihan bebas MotoGP Austria, yang seharusnya ia ikuti. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Spielberg -

Maverick Vinales meminta maaf pada Yamaha usai dihukum tak boleh tampil di MotoGP Austria 2021. Rider Spanyol itu mengaku apa yang dilakukannya adalah wujud frustrasi.

Vinales dihukum Yamaha usai diduga dengan sengaja menggeber motornya secara berlebihan di lap terakhir MotoGP Styria pekan lalu, yang berpotensi merusak mesin bahkan mencelakai dirinya.

Ia juga terlihat tak lagi bersemangat membalap di lap-lap terakhir, terlihat dari waktu per lapnya yang terus melambat, hingga akhirnya memilih kembali ke pit ketimbang melintasi garis finis.

Akibatnya, Vinales hanya bisa jadi penonton di sesi latihan bebas MotoGP Austria. Ia bahkan terancam tak bisa lagi membela Yamaha hingga akhir musim, sebab pabrikan Jepang tersebut tengah mempertimbangkan kelanjutan nasibnya.

Lewat wawancara dengan Sky Sport Italia, Vinales akhirnya buka suara untuk pertama kalinya usai kejadian tersebut. Ia meminta maaf karena menyalurkan rasa frustrasinya dengan cara yang salah.

"Saya amat sedih karena ini situasi yang amat aneh. Sulit berada di situasi sekarang ini, dan saya bersyukur punya orang-orang yang selalu ada untuk saya di masa-masa sulit ini," ujar Vinales.

"Itu adalah wujud rasa frustrasi yang besar, karena di balapan pertama (sebelum red flag), semuanya berjalan sempurna, dan saya memulai paruh kedua musim ini dengan baik."

"Lalu semuanya berubah menjadi tak beres, dan ada kemarahan dalam diri saya yang tak bisa saya ekspresikan dengan baik. Saya meminta maaf pada Yamaha, karena saya membalap dengan buruk di lap-lap terakhir (MotoGP Styria), jadi saya ingin meminta maaf pada semua orang," jelas Vinales.

Vinales mengaku tak bermaksud untuk merusak mesin motor. Ia masih ingin menuntaskan kewajiban sebagai rider Yamaha sampai akhir MotoGP 2021, namun sekarang ia pasrah akan nasibnya.

"Yang ingin aku lakukan adalah tetap tenang, introspeksi, dan mencoba kembali dengan lebih kuat, dengan segalanya tertata lebih rapi. (Skorsing) ini adalah keputusan Yamaha, yang harus saya hormati dan terima, karena bagaimanapun saya masih pebalap Yamaha," jelasnya.

(adp/bay)