Rossi Ungkap Momen Tersulit dalam Kariernya

Okdwitya Karina Sari - Sport
Selasa, 24 Agu 2021 15:30 WIB
Italian rider Valentino Rossi attends a news conference ahead of the MotoGP motorcycle race Grand Prix of Styria at the Red Bull Ring in Spielberg, Austria, Thursday, Aug. 5, 2021. Rossi announced his retirement as an active MotoGP rider at the end of the 2021 race season. (AP Photo/Gerhard Schiel)
Valentino Rossi mengungkapkan momen terberat di dalam kariernya. Rossi akan pensiun di akhir MotoGP 2021. (Foto: AP/Gerhard Schiel)
Jakarta -

Pebalap legendaris Valentino Rossi segera mengucap selamat tinggal kepada MotoGP. Rossi mengungkapkan momen terberat di dalam kariernya.

The Doctor telah mengumumkan akan pensiun di akhir MotoGP 2021. Selama 26 tahun berkarier, Rossi sudah memenangi sembilan gelar juara dunia di seluruh kelas; masing-masing satu titel di kelas 125cc dan 250cc serta tujuh gelar juara di kelas 500cc/MotoGP.

Sejak terakhir kali merebut mahkota juara pada 2009, pebalap yang kini bernaung di Petronas SRT memang kesulitan untuk melengkapi gelarnya yang kesepuluh. Rossi pernah menjajal berganti pabrikan saat bergabung Ducati pada 2011-2012 tapi berakhir dengan kekecewaan.

Setelah kembali bersama Yamaha, Rossi sempat kompetitif di antara 2014-2016 meski pada akhirnya harus puas finis runner-up. Akan tetapi, bagi Rossi musim 2015 paling membekas sekalipun pahit.

Ya, itu adalah momen ketika Rossi terlibat insiden dengan Marquez di Sepang, Malaysia. Perseteruan tersebut mengakibatkan Rossi kehilangan peluang memenangi gelar kesepuluh, sekaligus merusak hubungan dia dengan Marquez, yang tidak pulih sampai saat ini.

"Saat itu adalah momen terkelam di dalam hidupku, di dalam maupun luar lintasan dan aku tidak bisa membandingkannya dengan hal lainnya," kata Rossi kepada La Republicca. "Itu adalah sesuatu yang mengubah kami selamanya karena setelahnya tidak lagi sama."

"Aku memang memiliki beberapa momen tersulit: dua musim dengan Ducati tanpa bisa menang, kemudian di 2006 ketika aku kehilangan gelar juara dunia usai jatuh di balapan terakhir," lanjut dia.

"Namun, momen tersulitnya di 2015. Saat itu aku pantas juara dan itu akan menjadi gelar kesepuluh. Pada akhirnya toh aku tidak bisa mengeluh. Bahkan di luar sirkuit, aku telah mendapatkan banyak kekecewaan besar tapi itu wajar. Memang ada banyak kisah yang aku ingin agar memiliki akhir yang berbeda," Valentino Rossi menambahkan.



Simak Video "Kelakar Komeng soal Ajak Valentino Rossi Ambil Uang Pensiun Bareng"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)