Marc Marquez Bukannya Masih Kepikiran soal Cedera, tapi...

Okdwitya Karina Sari - Sport
Kamis, 28 Okt 2021 18:15 WIB
Spains rider Marc Marquez of the Repsol Honda Team celebrates after winning the MotoGP race of the Emilia Romagna Motorcycle Grand Prix at the Misano circuit in Misano Adriatico, Italy, Sunday, Oct. 24, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)
Marc Marquez masih terkendala dengan Foto: AP/Antonio Calanni
Jakarta -

Marc Marquez masih berusaha agar lebih legowo dengan kondisinya. Marquez mengungkapkan rasa frustrasi usai comeback dari cedera panjang.

Rider Repsol Honda itu mengalami cedera lengan kanan serius yang dideritanya di awal seri musim lalu. Alhasil, Marquez mesti tiga kali naik meja bedah sehingga absen selama sekitar delapan bulan.

Marquez kemudian comeback di seri ketiga MotoGP 2021. Di Portimao, Marquez hanya finis ketujuh diikuti finis kesembilan di Jerez lalu tiga kali beruntun terpaksa retired. Situasi mulai membaik buat juara dunia delapan kali itu jelang akhir paruh pertama. Marquez meraih kemenangan pertamanya di Sachsenring, Jerman.

Selanjutnya Marc Marquez finis di luar lima besar pada tiga balapan berikutnya, termasuk retired di Silverstone. Namun, Marquez bangkit di Aragon, finis keempat di San Marino dan meraih dua kemenangan beruntun di Austin dan Emilia Romagna.

Marquez mengungkapkan salah satu kelemahannya adalah sulit menerima bahwa dia tidak kompetitif. Marquez berharap bisa lebih sabar.

"Aku ingin sekali mengendalikan emosiku, tapi terkadang mereka meledak," kata dia kepada El Pais, yang dikutip GPOne. "Salah satu kelemahanku adalah tidak bisa menerima kalau aku tidak siap untuk menang, tidak bisa melaju kencang."

"Musim ini aku menyadarinya, kalau aku finis kesembilan di sebuah sesi, aku bisa menerimanya, waktu-waktu yang lebih baik akan datang. Kalau sebelumnya, selalu teratas atau tidak sama sekali. Sekarang aku sedang berusaha dan kuharap ini bisa membantuku di masa depan."

Bagaimanapun, Marc Marquez kini lebih mensyukuri kemenangannya. "Sebelumnya menang seperti rutinitas, tapi aku hidup seperti itu: 'Oke, aku menang, sekarang ke balapan berikutnya. Kalau sekarang: 'Woah, aku menang, mari kita rayakan karena kita tidak tahu kapan kemenangan lain akan datang. Itu jadi lebih spesial.

(rin/krs)