Bos Yamaha: Titel Juara Quartararo Lebih Nikmat daripada Musim 2015

Okdwitya Karina Sari - Sport
Kamis, 28 Okt 2021 20:10 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - OCTOBER 24: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team celebrates and become the 2021 FIM MotoGP™ World Champion at the end of the MotoGP race during the MotoGP of Emilia Romagna - Race at Misano World Circuit on October 24, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Bos Yamaha Lin Jarvis mengatakan bahwa titel juara dunia Fabio Quartararo lebih nikmat daripada enam tahun lalu.Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Bos Yamaha Lin Jarvis sangat gembira setelah Fabio Quartararo mengunci titel juara dunia MotoGP 2021. Kini Yamaha betul-betul bisa menikmati gelar itu.

Quartararo memastikan diri sebagai juara dunia baru setelah finis keempat di MotoGP Emilia Romagna akhir pekan lalu. Rider Prancis itu diuntungkan dengan kegagalan Francesco Bagnaia, rival terdekatnya, yang jatuh di putaran-putaran terakhir saat memimpin balapan.

Dengan hasil itu Quartararo mengumpulkan 267 poin, unggul 65 poin dari Bagnaia. Rider Ducati itu tidak akan dapat menyusul Quartararo lagi karena kejuaraan tinggal menyisakan dua seri saja di Alvarge dan Valencia.

Quartararo mengembalikan titel juara dunia MotoGP ke pangkuan Yamaha sejak Jorge Lorenzo memenanginya di 2015. Akan tetapi, kesuksesan kala itu tidak terlalu nikmat bagi pabrikan Jepang itu sekalipun mendominasi setelah Valentino Rossi finis kedua di akhir musim. Pasalnya, ada kontroversi yang melibatkan Lorenzo, Rossi, dan Marc Marquez.

"Meskipun sekarang tidak diharapkan, tidak disangka-sangka bahwa Fabio akan menjadi juara dunia. Dia menjalani sebuah musim yang fantastiss dan saya pikir dia benar-benar seorang juara yang layak," ujar Lin Jarvis dikutip Crash.

"Dia sangat kencang di sepanjang musim, sangat, sangat konsisten, dan di sebuah hari yang buruk dia membawa pulang poin dan kami sangat-sangat berterima kasih kepada dia untuk itu dan kembali teratas setelah enam tahun."

"Yang terakhir adalah musim 2015 yang tersohor di mana kami finis 1-2 dengan Lorenzo dan Rossi. Tapi terus terang, sekalipun kami mendapatkan finis 1-2, titel juara saat itu rumit dan kami tidak pernah betul-betul menikmatinya karena kontroversi saat itu," Lin Jarvis menambahkan tentang gelar juara Quartararo.

Lihat juga Video: Rossi Janji Masih Balapan Tahun Depan!

[Gambas:Video 20detik]



(rin/krs)