Kena Diplopia, Marc Marquez Mungkin Sulit Kembali ke Top Performa

Bayu Baskoro - Sport
Kamis, 11 Nov 2021 19:35 WIB
PORTIMAO, PORTUGAL - APRIL 16: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Honda looks on in box during the MotoGP of Portugal - Free Practice at Autodromo Internacional Do Algarve on April 16, 2021 in Portimao, Portugal. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Marc Marquez menderita diplopia dan absen di MotoGP Valencia 2021. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Valencia -

Marc Marquez didiagnosa mengidap gangguan penglihatan diplopia. The Baby Alien diprediksi sulit kembali ke performa terbaik apabila tidak segera pulih.

Marquez dipastikan absen di seri pamungkas MotoGP 2021 yang berlangsung di Valencia, Spanyol. Rider tim Repsol Honda itu terkena diplopia setelah mengalami kecelakaan saat berlatih dengan motokros sebelum gelaran MotoGP Algarve.

"Ini adalah saat-saat yang sangat sulit, sama seperti ketika hujan turun. Kemarin, setelah mengunjungi Dr. Sanchez Dalmau, episode baru diplopia (penglihatan ganda) dikonfirmasi dengan kelumpuhan saraf kanan keempat, seperti pada tahun 2011," tulis Marquez di akun Instagram miliknya.

Tidak hanya itu, Marc Marquez juga tak dapat mengikuti tes di Jerez sekelarnya MotoGP Valencia 2021. Juara dunia delapan kali itu sekarang hanya bisa fokus menjalani pemulihan.

Kondisi kesehatan Marquez mendapat sorotan dari eks rider MotoGP, Marco Melandri. Dia menilai pemulihan penyakit diplopia yang diidap MM93 tidak menentu, sehingga bisa berdampak secara fisik dan mental untuk Marquez.

Melandri pun memprediksi apabila pemulihan tidak selesai hingga dua bulan ke depan, maka Marquez akan kesulitan menemukan performa terbaiknya kembali di lintasan. Hal itu bahkan bisa berpotensi mengakhiri karier The Baby Alien di dunia balap.

"Akankah kita melihat Marc yang asli lagi? Itu tergantung pada waktu pemulihan. Diplopia secara paradoks kurang invasif ketimbang patah tulang, tetapi tidak memberi anda waktu pemulihan tertentu. Anda juga tak tahu apakah harus menjalani operasi atau tidak," kata Melandri, dilansir dari Tuttomotoriweb.

"Anda bisa saja takut. Dua bulan ke depan akan menentukan. Dia bisa mempersiapkan diri secara fisik, tetapi jika menunggu terlalu lama, kesulitan mental bisa muncul. Sekarang tidak ada yang tahu," sambungnya.

"Marc bukanlah seseorang yang gampang menyerah dan mampu bangkit kembali ketika tampaknya tidak mungkin. Namun jika dia tidak pulih pada awal 2022, itu akan bisa menjadi pukulan terakhir baginya: bahkan untuk para pahlawan super yang dapat mematahkan sesuatu dengan kepalanya,".

"Saya hanya bisa berharap untuk melihatnya kembali ke trek. Jangan lupa bahwa dia ada di atas jok dan mampu menyerang hanya ketika dia dalam kesulitan, tidak ada yang seperti dia," demikian kata Marco Melandri perihal Marc Marquez.

(bay/krs)