Stoner Diam-diam Senang Saat Rossi Jeblok di Ducati

Bayu Baskoro - Sport
Selasa, 23 Nov 2021 18:23 WIB
SCARPERIA, ITALY - JUNE 30:  (L-R) Valentino Rossi of Italy and Ducati Marlboro Team, Casey Stoner of Australia and Repsol Honda Team and Dani Pedrosa of Spain and Repsol Honda Team pose during the press conference pre-event of MotoGp of Italy at Mugello Circuit on June 30, 2011 in Scarperia near Florence, Italy.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi, Casey Stoner dan Dani Pedrosa di tahun 2011. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Casey Stoner diam-diam mensyukuri kegagalan Valentino Rossi selama berseragam Ducati. Dia menilai The Doctor terlalu banyak omong bersama tim asal Italia itu.

Rossi resmi mengakhiri karier balapannya selepas musim MotoGP 2021. Pria Italia itu pensiun di usia 42 tahun bersama tim Petronas Yamaha.

Rossi berhasil menorehkan sembilan titel juara dunia di semua kelas dalam 26 tahun kariernya di MotoGP. Dia sukses meraih titel 125cc dan 250cc bersama Aprillia, serta menyabet tujuh gelar jawara kelas primer dengan dua tim berbeda, yakni Honda dan Yamaha.

Gelar juara dunia terakhir Valentino Rossi didapatkan bersama Yamaha pada tahun 2009. Dua tahun berikutnya, dia mencoba tantangan baru dengan bergabung ke tim Ducati.

Perjalanan karier Rossi bersama Ducati rupanya tidak berjalan mulus, atau bisa dibilang jeblok. VR46 hanya bisa sekali naik podium (P3) pada MotoGP 2011, serta dua kali finis di urutan kedua setahun berikutnya.

Penurunan prestasi di Ducati membuat Rossi memutuskan balik lagi ke Yamaha pada 2013. The Doctor gagal mengulangi pencapaian menjadi jawara dunia hingga akhirnya pensiun di 2021.

Penurunan karier Rossi bersama Ducati mendapat komentar dari mantan rivalnya, Casey Stoner. The Kuri-Kuri Boy rupanya bahagia ketika Rossi gagal total di Ducati, yang notabene mantan timnya.

Hal itu baru diungkap Stoner dalam film dokumenter DAZN RiVale yang rilis belum lama ini. Dia menyebut Rossi terlalu banyak cakap, tapi gagal menaklukkan kekuatan motor Desmosedici.

"Saya tidak akan berbohong, saya senang melihat Valentino menderita di awal tahun 2011 bersama Ducati. Dia sudah mengatakan terlalu banyak hal tentang dirinya sendiri dan bagaimana dia dapat mengubah Ducati menjadi lebih baik. Kenyataannya, dia hanya memperburuk motor," kata Stoner dalam dokumenter DAZN RiVale, dikutip dari Tuttomotoriweb.

Repsol Honda Team's Australian Casey Stoner (R) and Ducati Team's Italian Valentino Rossi (L) crash during the MotoGP race of the Spanish Prix at Jerez's racetrack in Jerez de la Frontera on April 3, 2011.  AFP PHOTO/ JORGE GUERRERO / AFP PHOTO / Jorge GuerreroValentino Rossi dan Casey Stoner terjatuh di Jerez 2011. (Foto: Jorge Guerrero/AFP)

"Bisa jadi batasan dia adalah tidak mampu mencatatkan lap tercepat sendirian. Dia memang jago dalam jarak dekat, tapi juga mencuri slipstream demi menorehkan lap tercepat. Dia baru bisa mencatatkan waktu terbaik dengan cara itu," ujarnya.

Casey Stoner pernah meraih titel juara dunia MotoGP bersama Ducati pada 2007. Hingga saat ini, belum ada rider lain dari tim Ducati yang mampu mengulangi prestasi pria Australia itu.

(bay/krs)