ADVERTISEMENT

Bagnaia Kian Dekat, Quartararo Tak Tenang

Okdwitya Karina Sari - Sport
Senin, 05 Sep 2022 18:30 WIB
Monster Energy Yamahas French rider Fabio Quartararo (L) and Ducati Lenovo Team Italian rider Francesco Bagnaia compete during the German MotoGP Grand Prix at the Sachsenring racing circuit in Hohenstein-Ernstthal near Chemnitz, eastern Germany, on June 19, 2022. (Photo by Ronny Hartmann / AFP) (Photo by RONNY HARTMANN/AFP via Getty Images)
Persaingan gelar juara MotoGP 2022 antara Fabio Quartararo dengan Francesco Bagnaia semakin sengit. Foto: AFP via Getty Images/RONNY HARTMANN
Misano -

Fabio Quartararo sadar dibayangi Francesco Bagnaia usai MotoGP San Marino 2022. Quartararo mengaku tak tenang usai hanya berjarak 30 poin dari rivalnya itu.

Pebalap Yamaha itu gagal kompetitif dalam balapan di Sirkuit Misano pada Minggu (4/9). Start dari urutan kedelapan, Quartararo kesulitan merangsek ke rombongan pebalap terdepan sehingga mentok di posisi kelima di sebagian besar balapan.

Quartararo melintasi chequered flag dengan selisih 5,7 detik dari Bagnaia yang keluar sebagai pemenang. Bagi Bagnaia, kemenangan di San Marino adalah yang keempat berturut-turut setelah naik podium teratas di Belanda, Inggris, dan Austria.

Hasil di San Marino belum cukup menggoyang singgasana Fabio Quartararo di papan klasemen. El Diablo masih di puncak dengan perolehan 211 poin, unggul 30 poin dari Bagnaia. Sebelumnya jarak di antara kedua pebalap sempat mencapai 91 poin di awal paruh kedua musim ini.

Dengan demikian, persaingan gelar juara dunia di antara Quartararo dan Bagnaia semakin memanas. Apalagi kejuaraan MotoGP 2022 tinggal menyisakan enam seri saja.

"Aku tidak cemas, tapi aku juga tidak tenang," kata dia dikutip Motorsport. "Kami tahu bahwa, bagiku aku sudah menjalani balapan dengan sangat baik pada hari ini tapi cuma P5, dan aku berjarak lima detik dari pemenang."

"Jadi kami sedang tidak dalam posisi yang bagus. Aku cuma lebih konsisten saja dari Pecco, tapi dalam kaitannya dengan kecepatan kami sangat lambat," ceplos dia.

Sementara itu Francesco Bagnaia memilih untuk menjalani satu per satu balapan. Ducati mengandalkan Bagnaia untuk merebut gelar juara dunia MotoGP pertama sejak Casey Stoner pada 2007.

"Jarak itu masih lebar, aku tidak mau memikirkannya. Aku lebih suka memikirkan balapan demi balapan seperti hari ini. Yang penting sekarang adalah aku konsisten," ucap Bagnaia dalam persaingan dengan Quartararo.

Simak juga Video: Dovizioso Resmi Gantung Helm, Ini Capaiannya di MotoGP 2022

[Gambas:Video 20detik]



(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT