Quartararo Matikan TV, Tak Sanggup Lihat Selebrasi Bagnaia

ADVERTISEMENT

Quartararo Matikan TV, Tak Sanggup Lihat Selebrasi Bagnaia

Adhi Prasetya - Sport
Senin, 07 Nov 2022 04:10 WIB
Valencia -

Fabio Quartararo harus merelakan gelar juara dunia MotoGP 2022 jatuh ke tangan Francesco Bagnaia. Meski ikhlas dan memberi ucapan selamat, pebalap Yamaha itu tak kuasa melihat selebrasi rivalnya.

Jelang MotoGP Valencia, Quartararo memang dihadapkan dengan situasi sulit. Ia baru mengumpulkan 235 poin hingga seri ke-19, tertinggal 23 poin dari Bagnaia di puncak klasemen.

Untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraih musim lalu, Quartararo harus menang pada balapan terakhir di Sirkuit Ricardo Tormo dan Bagnaia tak boleh finis di posisi 14 besar. Sungguh misi nyaris mustahil.

Benar saja, Quartararo akhirnya gagal mencapai target. Jangankan meraih kemenangan, pebalap Prancis itu kesulitan maju ke barisan podium dan hanya finis keempat. Sementara itu, Bagnaia mampu main aman dan finis di posisi sembilan.

Dengan begitu, Quartararo harus ikhlas menempati posisi runner-up klasemen akhir pebalap MotoGP 2022. Usai balapan, ia langsung memberi selamat pada Bagnaia, dan hal itu dilakukan laginya olehnya saat mengunjungi parc ferme.

Namun sebetulnya Quartararo tak kuasa menahan sedih atas kegagalan menjadi juara. Ia telah membuang keunggulan 91 poin di tengah musim. Ia pun harus mematikan TV agar bisa tenang dan tak melihat perayaan juara di kubu Ducati.



"Ada sisi positif dan negatif. Saya harus mematikan televisi yang ada di paddock," ujar Quartararo kepada BT, dikutip Crash.

"Motivasinya adalah, kami kehilangan gelar tapi saya akan kembali, tim telah bekerja keras, tak ada alasan kami tak bisa bersaing merebut gelar tahun depan."

"Ketika kalah seperti ini, kamu harus mencari sisi positif, meskipun sekarang saya merasa 99 persen negatif. Satu persen yang positif adalah ada waktu empat bulan untuk balapan pertama musim depan. Saya akan lebih marah dan berlatih lebih baik untuk bertarung sengit di 2023."

"Jelas saya emosional seusai balapan. Saya seorang petarung, pemenang. Saya ingin menjadi yang pertama. 15 menit pertama setelah balapan sungguh momen sulit. Tapi semuanya sudah selesai. Buku telah ditutup. Mulai Selasa (tes MotoGP), bab baru telah dimulai," jelas Quartararo.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT