Rider Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, menegaskan bahwa motor tunggangannya kompetitif di Moto3. Pebalap berusia 17 tahun itu memulai musim dengan impresif.
Dalam dua seri yang sudah dijalani di Moto3 musim ini, Veda Ega finis kelima di Thailand dan meraih podium di Brasil. Meski pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mengawali musim dengan bagus, muncul keraguan terhadap motor Honda NSF250RW tunggangannya.
Di media sosial, banyak yang menilai Honda sulit bersaing dengan KTM. Oleh karena itu, muncul banyak saran agar Veda Ega pindah ke tim selain Honda pada musim depan.
Selepas balapan di Brasil akhir pekan lalu, Veda Ega membedah kekuatan serta kelemahan Honda. Ia menegaskan akan terus menyesuaikan gaya balapnya dengan motor Honda yang menjadi "kuda besi" andalannya.
"Saya rasa memang motor Honda kompetitif, dan juga ya ada plus minusnya dari merek lain. Kemarin di Brasil, Honda ada kelebihan di grip depan, karena pebalap merek lain mengeluh bagian depannya hilang-hilang, maksudnya low side," kata Veda Ega dalam rilis yang diterima detikSport.
"Tetapi saya pakai Honda merasa tidak ada masalah sama sekali di depan. Mungkin di beberapa tikungan memang ada, pastinya setiap sirkuit ada kendala. Namun, kemarin di Brasil saya merasa Honda kuat, dan di trek lurus (straight) juga tidak kalah."
"Untuk masukan ke tim, mungkin kalau motor tidak ada masukan, lebih ke saya sendiri. Cara bawa motornya, cara riding-nya, masih banyak yang harus ditingkatkan (improve)," tambahnya.
Moto3 akan berlanjut di Amerika Serikat akhir pekan ini, tepatnya di Sirkuit Austin. Mampukah Veda Ega kembali meraih hasil gemilang di Moto3 Amerika Serikat?
Simak Video "Video: Veda Ega Jadi Rider Indonesia Pertama yang Naik Podium Gran Prix"
(cas/aff)