Penggunaan alat elektonik dalam kompetisi balap motor banyak memunculkan pro dan kontra. Valentino Rossi adalah salah satu pembalap yang berharap penggunaan sistem tersebut diminimalkan.
Juara dunia tujuh kali itu berpendapat bahwa alat bantu elektronik tersebut membuat skill pembalap tidak keluar sepenuhnya karena banyaknya bantuan yang diperoleh rider.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya, sistem elektronik saat ini lebih bersifat kerja sama tim. Pembalap memang yang menggeber kendaraan, tapi dengan adanya penganalisa data, dan kontrol traksi, juga pengendali torque (tenaga putara), semuanya berusaha memberi situasi terbaik," ungkap Edwards kepada Motorcycle News.
"Tanpa mereka, bisa jadi saya melaju sangat pelan, dan memang sistem ini lebih kepada kerjasama tim," lanjutnya pembalap veteran AS itu, yang musim ini membela tim Tech3 Yamaha bersama juara dunia superbike, James Toseland.
Edwards juga berpendapat bahwa kekhawatiran penggunaan alat bantu elektonik akan mempengaruhi tingkat kompetisi balapan tidak beralasan.
Apapun itu, pihak penyelenggara MotoGP sudah memasukkan masalah tersebut dalam agenda pembahasan mereka. Standar ECU setiap tim akan disamakan, tentu saja untuk membuat balapan lebih kompetitif dan adil.
(ian/a2s)











































