Sejarah baru MotoGP tercatat di Sirkuit Losail awal pekan ini saat balapan malam untuk kali pertama dihelat. Meski sempat memunculkan banyak kekhawatiran, ngebut di bawah sorotan lampu ternyata berlangsung sukses dan mendapat apresiasi positif dari banyak pihak.
Untuk musim ini memang baru MotoGP Qatar yang menggelar balapan non konvensional itu. Namun dengan Malaysia yang juga berencana menjadikan Sepang tuan rumah kedua balapan malam, muncul kekhawatiran kalau sirkuit lain bakal menapaki jejak Losail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Losail -- dan Sepang -- sebelumnya terkenal sebagai sirkuit yang menguras fisik pembalap karena temperatur lintasan yang sangat tinggi. Namun kini pembalap justru harus berhadapan dengan suhu dingin karena balapan dipindah ke malam hari, itu disebut Stoner mengurangi tantangan buat pembalap.
"Masalahnya, jika kita menggelar balapan malam di sini (Qatar) dan Malaysia, maka kita menghilangkan dua balapan panas yang ada. Dengan begitu tak ada lagi balapan (yang mengandalkan kondisi) fisik, kondisi tersebut membuat balap motor kehilangan sesuatu," ungkap Stoner di Autosport.
Meski begitu Stoner tak bisa memungkiri kalau balapan malam mampu memberi sesuatu yang sangat berbeda buat MotoGP dan seluruh pencintanya. Di tahun-tahun mendatang sang juara dunia itu penyelenggaran balapan malam bakal semakin baik dan meriah.
"Dipastikan kami akan bisa lebih baik dalam kondisi ini dengan menambahkan pencahayaan pada beberapa tikungan. Tapi itu sangat menyenangkan di malam hari dan buat penonton hal ini sangat berbeda," pungkas jagoan Ducati asal Australia itu. (din/ian)











































