Rossi harus berjibaku dengan sengit dalam mengatasi perlawanan Stoner di Laguna Seca, Senin (21/7/2008) dinihari WIB. Keduanya saling susul menyusul nyaris sepanjang balapan.
Pada akhirnya pembalap Yamaha itu keluar jadi pemenang, meninggalkan sang rider Ducati yang sempat terjerembab di gravel akibat ketatnya persaingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada alternatif: sepanjang pekan Stoner mendominasi dengan selisih delapan per sepuluh sampai satu detik dari pembalap lain, jadi Rossi tahu kalau membiarkan Stoner memimpin akan berarti ketinggalan darinya," ujar Brivio kepada Italia1 yang dikutip Autosport.
Brivio pun menilai bahwa satu-satunya peluang Rossi juara saat itu adalah tetap memimpin dan tak membiarkan Stoner melaluinya. Itulah yang lantas dilakukan "The Doctor" di lintasan.
"Saya bilang dia bereaksi terhadap setiap pergerakan (Stoner). Dalam pendapat saya, itu adalah balapan luar biasa yang sekali lagi menunjukkan apa yang bisa Anda lakukan saat membalap dengan hati Anda," demikian Brivio. (krs/key)











































