Dua partai terakhir babak semifinal Piala Davis ini digelar di Estadio Parque Roca, Buenos Aires, Senin (22/9/2008) dinihari WIB. Sebelumnya di dua hari pertama, Argentina sudah unggul 2-1.
Keunggulan Argentina langsung pupus ketika petenis andalannya, David Nalbandian, menyerah di tangan Nikolay Davydenko. Melalui pertarungan selama empat set, Davydenko menang 3-6, 6-3, 7-6 (7-2), 6-0 dan membuat skor sama kuat 2-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski baru berusia 20 tahun kurang dua hari, Del Potro sanggup mengemban misi meloloskan Argentina ke final dengan menundukkan Andreev dalam tiga set langsung, 6-4, 6-2, 6-1.
Del Potro layak disebut sebagai pahlawan sejati Argentina tahun ini. Pasalnya di hari pertama, petenis peringkat 13 dunia itu sanggup menundukkan Davydenko, peringkat enam dunia, dan membuat Argentina sempat unggul 2-0.
Seperti dilaporkan Reuters, seusai menentukan kemenangan, Del Potro dipeluk rekan-rekan setimnya dan terlihat sangat emosional. Del Potro bahkan tak sanggup berkata-kata kecuali berterimakasih kepada dukungan penonton.
Bagi Argentina, kemenangan ini merupakan pembalasan karena Rusia memecundangi mereka di final Piala Davis 2006. Di Buenos Aires, 'Tim Tango' telah menorehkan 13 kemenangan berturut-turut, sebuah catatan yang terentang dari tahun 1998.
Argentina akan mendapat keuntungan di partai final karena mereka akan bertindak lagi sebagai tuan rumah. Gelaran puncak kompetisi tenis beregu putra dunia ini bakal dihelat pada 21-23 November depan.
(arp/ian)











































